Turki: Kami tak terlibat dalam serangan udara Israel
Senin, 15 Juli 2013 - 22:30 WIB
Turki: Kami tak terlibat dalam serangan udara Israel
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, pada Senin (15/7/2013), membantah laporan media yang menyatakan, Israel telah menggunakan pangkalan udara di Turki untuk melakukan serangan udara terhadap kota pelabuhan Latakia, di Mediterania, Suriah.
"Turki tidak akan menjadi bagian atau mitra dari serangan tersebut. Mereka yang membuat klaim ini ingin merusak kekuatan dan reputasi Turki," kata Davutoglu dalam sebuah wawancara dengan jaringan NTV, stasiun televisi swasta Turki.
Pada akhir pekan lalu, Russia Today saluran televisi berbahasa Inggris melaporkan, bahwa Israel menggunakan pangkalan militer Turki untuk melancarkan serangan udara terhadap Suriah. ”Sumber kami mengatakan, bahwa pesawat-pesawat Israel meninggalkan pangkalan militer di Turki dan mendekati Latakia dari laut," sebut laporan Russia Today.
Sementara The New York Times melaporkan pada Minggu (14/7/2013), mengutip para pejabat AS, bahwa Israel melakukan serangan udara di Suriah utara pada 5 Juli terhadap pengiriman rudal canggih. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal keterlibatan Israel dalam serangan udara tersebut.
"Turki tidak akan menjadi bagian atau mitra dari serangan tersebut. Mereka yang membuat klaim ini ingin merusak kekuatan dan reputasi Turki," kata Davutoglu dalam sebuah wawancara dengan jaringan NTV, stasiun televisi swasta Turki.
Pada akhir pekan lalu, Russia Today saluran televisi berbahasa Inggris melaporkan, bahwa Israel menggunakan pangkalan militer Turki untuk melancarkan serangan udara terhadap Suriah. ”Sumber kami mengatakan, bahwa pesawat-pesawat Israel meninggalkan pangkalan militer di Turki dan mendekati Latakia dari laut," sebut laporan Russia Today.
Sementara The New York Times melaporkan pada Minggu (14/7/2013), mengutip para pejabat AS, bahwa Israel melakukan serangan udara di Suriah utara pada 5 Juli terhadap pengiriman rudal canggih. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal keterlibatan Israel dalam serangan udara tersebut.
(esn)