Bom mobil di Damaskus bunuh 13 orang
Senin, 15 Juli 2013 - 17:19 WIB
Bom mobil di Damaskus bunuh 13 orang
A
A
A
Sindonews.com – Kelompok aktivis Suriah pada Senin (15/7/2013), mengatakan sebuah bom mobil di sebelah utara Ibu Kota Damaskus, Suriah. Sebanyak 13 orang terbunuh, 10 di antaranya polisi setempat.
Kelolompok Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan, ledakan bom mobil terjadi semalam. Lokasinya di dekat markas polisi di Kota Deir Atiyeh. ”Seorang anak dari tiga warga sipil jadi korban tewas,” kata pihak Observatorium yang berbasis di Inggris tersebut, dalam sebuah pernyataan.
Kantor berita pemerintah Suriah, juga membenarkan serangan bom mobil yang menewaskan 13 orang tersebut. Insiden itu bermula dari seorang pembom yang meledakkan diri di mobil bermuatan bahan peledak di daerah perumahan kota. Jumlah korban luka belum diketahui.
Kelompok observatorium itu menduga, kelompok pemberontak yang dicap Pemerintah Suriah sebagai teroris, berada di balik serangan bom mobil. Mereka dalam beberapa hari ini, gencar melakukan serangan untuk menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad.
Kelompok pemberontak kini bertambah kekuatannya, setelah kelompok Taliban Pakistan, menyatakan ikut bergabung untuk melawan pasukan Assad. Taliban, mengklaim telah mengirim ratusan orang dan mendirikan kamp-kamp di Suriah, pada Minggu (14/7/2013), kemarin.
Kelompok itu meyakini, perang di Suriah sebagai jihad pejuang Sunni melawan penindasan kaum Syiah. Taliban akan bergabung dengan kelompok-kelompok militan jaringan al-Qaeda, seperti al-Nusra.
Kelolompok Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan, ledakan bom mobil terjadi semalam. Lokasinya di dekat markas polisi di Kota Deir Atiyeh. ”Seorang anak dari tiga warga sipil jadi korban tewas,” kata pihak Observatorium yang berbasis di Inggris tersebut, dalam sebuah pernyataan.
Kantor berita pemerintah Suriah, juga membenarkan serangan bom mobil yang menewaskan 13 orang tersebut. Insiden itu bermula dari seorang pembom yang meledakkan diri di mobil bermuatan bahan peledak di daerah perumahan kota. Jumlah korban luka belum diketahui.
Kelompok observatorium itu menduga, kelompok pemberontak yang dicap Pemerintah Suriah sebagai teroris, berada di balik serangan bom mobil. Mereka dalam beberapa hari ini, gencar melakukan serangan untuk menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad.
Kelompok pemberontak kini bertambah kekuatannya, setelah kelompok Taliban Pakistan, menyatakan ikut bergabung untuk melawan pasukan Assad. Taliban, mengklaim telah mengirim ratusan orang dan mendirikan kamp-kamp di Suriah, pada Minggu (14/7/2013), kemarin.
Kelompok itu meyakini, perang di Suriah sebagai jihad pejuang Sunni melawan penindasan kaum Syiah. Taliban akan bergabung dengan kelompok-kelompok militan jaringan al-Qaeda, seperti al-Nusra.
(esn)