Pelaku bom bunuh diri serang pos pemeriksaan polisi Afghanistan
Jum'at, 12 Juli 2013 - 20:57 WIB
Pelaku bom bunuh diri serang pos pemeriksaan polisi Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pelaku bom bunuh diri menargetkan pos pemeriksaan polisi Afghanistan di pinggiran Kabul, Jumat (12/7/2013). Kepala polisi Kabul, Mohammad Ayoub Salangi mengatakan, ledakan itu menewaskan satu orang dan melukai dua orang lainnya.
"Pagi ini, polisi memberhentikan sebuah sedan Toyota, mereka kemudian menyuruh penumpang turun. Tiba-tiba penumpang yang menggunakan rompi bom bunuh diri keluar sambil berlari," ungkap Salangi kepada AFP.
"Ledakan itu menewaskan satu penumpang mobil dan melukai dua orang lainnya," terang Salangi.
Salangi mengatakan, ledakan ini merupakan yang pertama setelah tiga hari umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Kepala cabang tindak kejahatan di Kabul, Jenderal Mohammad Zahir membenarkan serangan itu. "Dua orang terluka dalam serangan bom bunuh diri di Mir Bacha Distrik Kot, di pinggiran Kabul," ungkap Zahir.
Serangan itu datang tiga hari setelah Presiden Afghanistan, Hamid Karzai kembali menyerukan kepada militan Taliban untuk menyerah dan bergabung dengan pemerintah untuk memulai proses perdamaian. Karzai juga sangat menyayangkan sikap Taliban yang masih menyalakan api perang selama bulan Ramadan. Sebab, Ramadan adalah bulan penuh perdamian dan untuk beribadah.
Maka, Karzai mengimbau semua anggota Taliban untuk pulang dan melanjukan hidup dengan normal dan terhormat.Seperti diketahui, Taliban telah menolak tawaran Karzai untuk pembicaraan damai. Memasuki bulan Ramadan, Taliban mengumumkan, bahwa mereka akan terus memerangi pasukan Afghanistan dan pasukan NATO yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
"Pagi ini, polisi memberhentikan sebuah sedan Toyota, mereka kemudian menyuruh penumpang turun. Tiba-tiba penumpang yang menggunakan rompi bom bunuh diri keluar sambil berlari," ungkap Salangi kepada AFP.
"Ledakan itu menewaskan satu penumpang mobil dan melukai dua orang lainnya," terang Salangi.
Salangi mengatakan, ledakan ini merupakan yang pertama setelah tiga hari umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Kepala cabang tindak kejahatan di Kabul, Jenderal Mohammad Zahir membenarkan serangan itu. "Dua orang terluka dalam serangan bom bunuh diri di Mir Bacha Distrik Kot, di pinggiran Kabul," ungkap Zahir.
Serangan itu datang tiga hari setelah Presiden Afghanistan, Hamid Karzai kembali menyerukan kepada militan Taliban untuk menyerah dan bergabung dengan pemerintah untuk memulai proses perdamaian. Karzai juga sangat menyayangkan sikap Taliban yang masih menyalakan api perang selama bulan Ramadan. Sebab, Ramadan adalah bulan penuh perdamian dan untuk beribadah.
Maka, Karzai mengimbau semua anggota Taliban untuk pulang dan melanjukan hidup dengan normal dan terhormat.Seperti diketahui, Taliban telah menolak tawaran Karzai untuk pembicaraan damai. Memasuki bulan Ramadan, Taliban mengumumkan, bahwa mereka akan terus memerangi pasukan Afghanistan dan pasukan NATO yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
(esn)