Dua ledakan tewaskan 5 warga Afghanistan
Kamis, 11 Juli 2013 - 15:58 WIB
Dua ledakan tewaskan 5 warga Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya lima orang warga sipil Afghanistan tewas akibat dua ledakan berbeda yang melanda Distrik Marja, Provinsi Helman, Kamis (11/7/2013).
"Ledakan pertama terjadi di sekitar Distrik Marja pada pukul 8 pagi. Sebuah bom yang ditanam di dalam tanah meledak dan menghantam satu kendaraan warga sipil," ungkap Omar Zawak, Juru Bicara Provinsi Helman.
"Polisi menemukan jasad warga sipil, termasuk seorang anak kecil saat membantu para korban ledakan," ungkap Zawak. "Sementara ledakan kedua dikendalikan dari jarak jauh," imbuh Zawak.
Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Tapi, Zawak menyalahkan gerilyawan Taliban, kelompok yang sering menggunakan bom untuk melumpuhkan pasukan asing pimpinan Amerika Serikat dan tentara Pemerintah Afghanistan.
Masih kerap terjadinya aksi kekerasan membuat sejumlah pihak khawatir tentang kondisi keamanan negara itu pasca penarikan pasukan asing pada 2014 mendatang. Banyak pihak yang ragu, polisi dan tentara Afghanistan mampu mengambil alih tanggung jawab keamanan.
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan PBB pada Februari lalu, sebanyak 2.754 warga sipil tewas, sementara 4.805 orang terluka akibat aksi kekerasan yang berhubungan dengan konflik di Afghanistan sepanjang 2012 lalu. Laporan itu mengatakan, 81 persen penyebab kematian warga sipil adalah serangan bom yang dilancarkan oleh Taliban dan kelompok bersenjata di Afghanistan.
"Ledakan pertama terjadi di sekitar Distrik Marja pada pukul 8 pagi. Sebuah bom yang ditanam di dalam tanah meledak dan menghantam satu kendaraan warga sipil," ungkap Omar Zawak, Juru Bicara Provinsi Helman.
"Polisi menemukan jasad warga sipil, termasuk seorang anak kecil saat membantu para korban ledakan," ungkap Zawak. "Sementara ledakan kedua dikendalikan dari jarak jauh," imbuh Zawak.
Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Tapi, Zawak menyalahkan gerilyawan Taliban, kelompok yang sering menggunakan bom untuk melumpuhkan pasukan asing pimpinan Amerika Serikat dan tentara Pemerintah Afghanistan.
Masih kerap terjadinya aksi kekerasan membuat sejumlah pihak khawatir tentang kondisi keamanan negara itu pasca penarikan pasukan asing pada 2014 mendatang. Banyak pihak yang ragu, polisi dan tentara Afghanistan mampu mengambil alih tanggung jawab keamanan.
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan PBB pada Februari lalu, sebanyak 2.754 warga sipil tewas, sementara 4.805 orang terluka akibat aksi kekerasan yang berhubungan dengan konflik di Afghanistan sepanjang 2012 lalu. Laporan itu mengatakan, 81 persen penyebab kematian warga sipil adalah serangan bom yang dilancarkan oleh Taliban dan kelompok bersenjata di Afghanistan.
(esn)