Jepang tebar ancaman serius terhadap China
Selasa, 09 Juli 2013 - 18:25 WIB
Jepang tebar ancaman serius terhadap China
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Jepang menebar ancaman keamanan yang serius terhadap Pemerintah China. Hal itu terungkap dalam laporan tahunan Kementerian Pertahanan Jepang, Selasa (9/7/2013).
Laporan adanya ancaman keamanan yang serius itu, terkait sengketa pulau dan perairan di Laut China Timur yang diklaim kedua negara tersebut. Sedangkan pihak China menyebut, Pemerintah Jepang sedang melebih-lebihkan ancaman yang bisa memicu ketegangan regional dan konfrontasi.
”Ada berbagai isu dan destabilisasi keamanan lingkungan Jepang, beberapa di antaranya menjadi semakin nyata, akut dan serius,” kata Kementerian Pertahanan Jepang, dalam surat laporan tersebut, dikutip Reuters.
Bunyi laporan Kementerian Pertahanan Jepang di antaranya; ”China telah berusaha untuk mengubah status quo dengan kekuatan yang mengacu pada pernyataan sendiri, yang tidak sesuai dengan tatanan hukum internasional.”
Ketegangan diplomatik dua negara itu muncul, sejak adanya saling klaim atas pulau di Laut China Timur, September tahun lalu, setelah Jepang menasionalisasi pulau di kawasan itu. Jepang mengklaim pulau itu sebagai miliknya dengan nama Senkaku. Sebaliknya China mengklaim memiliki pulau yang sama dengan nama Diaoyu.
Mengomentari laporan Kementerian Pertahanan Jepang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, menyebut, laporan itu sebagai kritik palsu. ”Kami berharap, bahwa Jepang dapat memperbaiki sikapnya,” ujar Chunying.
Laporan adanya ancaman keamanan yang serius itu, terkait sengketa pulau dan perairan di Laut China Timur yang diklaim kedua negara tersebut. Sedangkan pihak China menyebut, Pemerintah Jepang sedang melebih-lebihkan ancaman yang bisa memicu ketegangan regional dan konfrontasi.
”Ada berbagai isu dan destabilisasi keamanan lingkungan Jepang, beberapa di antaranya menjadi semakin nyata, akut dan serius,” kata Kementerian Pertahanan Jepang, dalam surat laporan tersebut, dikutip Reuters.
Bunyi laporan Kementerian Pertahanan Jepang di antaranya; ”China telah berusaha untuk mengubah status quo dengan kekuatan yang mengacu pada pernyataan sendiri, yang tidak sesuai dengan tatanan hukum internasional.”
Ketegangan diplomatik dua negara itu muncul, sejak adanya saling klaim atas pulau di Laut China Timur, September tahun lalu, setelah Jepang menasionalisasi pulau di kawasan itu. Jepang mengklaim pulau itu sebagai miliknya dengan nama Senkaku. Sebaliknya China mengklaim memiliki pulau yang sama dengan nama Diaoyu.
Mengomentari laporan Kementerian Pertahanan Jepang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, menyebut, laporan itu sebagai kritik palsu. ”Kami berharap, bahwa Jepang dapat memperbaiki sikapnya,” ujar Chunying.
(esn)