Pemerintah Libanon sikapi penemuan ladang minyak baru Israel

Senin, 08 Juli 2013 - 15:17 WIB
Pemerintah Libanon sikapi...
Pemerintah Libanon sikapi penemuan ladang minyak baru Israel
A A A
Sindonews.com - Perdana Menteri Libanon, Najib Miqati, hari ini mengadakan pertemuan dengan Menteri Energi Libanon untuk membahas ladang minyak Libanon yang terancam dieskploitasi Israel. Dalam pertemuan itu, Miqati dan Bassil akan membahas tindakan apa yang harus dilakukan ke depannya.

Pertemuan itu terjadi setelah Bassil memperingatkan, bahwa minyak mentah Libanon di wilayah perairan terancam disedot Israel. Ancaman itu datang pasca Israel mengklaim telah menemukan cadangan minyak baru di lepas pantai, yang jaraknya hanya 4 km dekat perairan teritorial Libanon.

Menurut Bassil, pada prinsipnya Israel dapat membor cadangan minyak itu secara horizontal maupun vertikal di ladang minyak yang baru saja mereka temukan. Tapi, langkah mereka itu sangat berpotensi menjangkau cadangan minyak Libanon, jika ladang minyak Israel dan Libanon berada di wilayah yang sama di bawah laut.

Bassil kemudian mendesak pemerintah untuk mengadakan sidang luar biasa guna meratifikasi keputusan membuka jalan bagi negara untuk memulai eksplorasi minyak dan gas wilayah perairan mereka. Sementara itu, Miqati bersumpah, bahwa pemerintahannya akan menindaklajuti permasalahan ini, termasuk melakukan kontak dengan PBB guna mencegah Israel melanggar eksplorasi minyak Libanon.

Sebelumnya Miqati mengatakan, eksplorasi minyak dan gas adalah priotitas bagi pemerintah Libanon dan mereka tertarik untuk melestarian sumber daya alam yang ada di Libanon. "Eksplorasi minyak di masa depan sebagian besar akan memberikan kontribusi untuk membayar utang publik Libanon," katanya.

"Kabinet sebelumnya telah mengambil serangkaian keputusan penting untuk menyikapi masalah itu. Namun, pemerintah Libanon butuh langkah konkrit lebih lanjut," ungkap Miqati.

Klaim Israel atas cadangan minyak dan gas di Laut Mediterania itu telah meningkatkan ketegangan antara Lebanon dan Israel, sumber daya alam yang tersimpan di bawah lahan seluas 854 kilometer persegi itu dicurigai mampu menghasilkan miliaran dolar.
(esn)
Berita Terkait
RS Gaza hancur, 500...
RS Gaza hancur, 500 Tewas, Warga Libanon Protes
Ledakan di Beirut Jadi...
Ledakan di Beirut Jadi Titik Balik Perubahan Libanon
Balas Dendam Hizbullah,...
Balas Dendam Hizbullah, Serangan 200 Roket dan Drone Penghancur Hantam Israel
Aksi Demonstrasi Berlangsung...
Aksi Demonstrasi Berlangsung Ricuh di Libanon
SBY Dukung Langkah Prabowo...
SBY Dukung Langkah Prabowo Desak PBB Investigasi Gugurnya 3 Prajurit TNI di Libanon
Tarian Sufi di Tanah...
Tarian Sufi di Tanah Libanon: Harmoni Gerakan dan Spiritualitas
Berita Terkini
Presiden Lebanon Kecam...
Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!
38 menit yang lalu
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
1 jam yang lalu
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
1 jam yang lalu
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
2 jam yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
9 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
10 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved