Abbas kembali tekankan pentingnya solusi dua negara
Sabtu, 06 Juli 2013 - 02:05 WIB
Abbas kembali tekankan pentingnya solusi dua negara
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperbaharui komitmennya terhadap solusi dua-negara dalam konflik Palestina-Israel. Ia juga menekankan perlunya rekonsiliasi Palestina.
"Kami tidak menerima solusi satu negara di Palestina. Kami hanya menerima solusi dua negara. Adapun pemukiman, ini adalah fakta yang tidak bisa kami terima dan semua permukiman yang meningkat sejak tahun 1967 adalah ilegal dan ini adalah dasar dari negosiasi kita,” kata Abbas, Jumat (5/6/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
Menurutnya, Otoritas Palestina menempel solusi dua negara, dengan negara Palestina yang hidup dalam damai, di samping negara Israel. Mengenai rekonsiliasi Fatah dengan Hamas, Abbas menekankan, bahwa partainya ingin berdamai dengan Hamas.
"Hamas adalah bagian dari rakyat Palestina dan kami ingin berdamai dengan mereka dan kami tidak ingin mengecualikan siapa pun rakyat Palestina. kami dipersatukan dengan satu kata: Palestina," jelas Abbas pada wartawan dan koresponden asing dalam kunjungan ke Libanon.
Abbas mengakhiri kunjungan tiga hari ke Libanon pada Jumat. Dalam kunjungan ini, ia mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Libanon Michel Suleiman, Perdana Menteri Najib Mikati caretaker, dan Ketua Parlemen Nabih Berri.
"Kami tidak menerima solusi satu negara di Palestina. Kami hanya menerima solusi dua negara. Adapun pemukiman, ini adalah fakta yang tidak bisa kami terima dan semua permukiman yang meningkat sejak tahun 1967 adalah ilegal dan ini adalah dasar dari negosiasi kita,” kata Abbas, Jumat (5/6/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
Menurutnya, Otoritas Palestina menempel solusi dua negara, dengan negara Palestina yang hidup dalam damai, di samping negara Israel. Mengenai rekonsiliasi Fatah dengan Hamas, Abbas menekankan, bahwa partainya ingin berdamai dengan Hamas.
"Hamas adalah bagian dari rakyat Palestina dan kami ingin berdamai dengan mereka dan kami tidak ingin mengecualikan siapa pun rakyat Palestina. kami dipersatukan dengan satu kata: Palestina," jelas Abbas pada wartawan dan koresponden asing dalam kunjungan ke Libanon.
Abbas mengakhiri kunjungan tiga hari ke Libanon pada Jumat. Dalam kunjungan ini, ia mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Libanon Michel Suleiman, Perdana Menteri Najib Mikati caretaker, dan Ketua Parlemen Nabih Berri.
(esn)