Sekjen PBB prihatin intervensi militer di Mesir
Jum'at, 05 Juli 2013 - 15:25 WIB
Sekjen PBB prihatin intervensi militer di Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Mesir, bahwa kekuasaan harus segera dikembalikan ke tangan rakyat, pasca kudeta yang dilakukan militer pada Presiden Mesir, Mohammed Morsi.
"Saya sangat prihatin atas intervensi militer dalam urusan sipil dan konstitusi di Mesir," ungkap Ki-moon saat mengadakan pembicaraan dengan Mohamed Kamel Amr, Menteri Luar Negeri Mesir.
"Pemerintahan rakyat harus segera kembalikan, itu berdasarkan pada peta jalan pemilihan umum," desak Ki-moon. Dalam pertemuan itu, Ki-moon juga menyerukan perlunya Pemerintah Mesir untuk melindungi hak hak setiap warga Mesir, termasuk kembebasan untuk berbicara dan berkumpul.
"Selain itu, Mesir juga harus mengakhiri semua aksi kekerasan, khususnya kekerasan seksual terhadap perempuan," lanjutnya. Untuk menemukan jalan lebih baik ke depannya, Ki-moon mengatakan harus ada dialog damai dengan menyertakan semua pihak dari berbagai spektrum politik di Mesir.
Sebelumnya, Ki-moon mengatakan, situasi di Mesir saat ini mudah berubah dan tidak ada arah yang jelas kemana Mesir akan melangkah. Yang diperlukan oleh semua warga Mesir adalah sebuah landasan bersama untuk bergerak maju tanpa ancaman atau pelecehan dan perlindungan kebebasan untuk berbicara dan berkumpul.
"Saya sangat prihatin atas intervensi militer dalam urusan sipil dan konstitusi di Mesir," ungkap Ki-moon saat mengadakan pembicaraan dengan Mohamed Kamel Amr, Menteri Luar Negeri Mesir.
"Pemerintahan rakyat harus segera kembalikan, itu berdasarkan pada peta jalan pemilihan umum," desak Ki-moon. Dalam pertemuan itu, Ki-moon juga menyerukan perlunya Pemerintah Mesir untuk melindungi hak hak setiap warga Mesir, termasuk kembebasan untuk berbicara dan berkumpul.
"Selain itu, Mesir juga harus mengakhiri semua aksi kekerasan, khususnya kekerasan seksual terhadap perempuan," lanjutnya. Untuk menemukan jalan lebih baik ke depannya, Ki-moon mengatakan harus ada dialog damai dengan menyertakan semua pihak dari berbagai spektrum politik di Mesir.
Sebelumnya, Ki-moon mengatakan, situasi di Mesir saat ini mudah berubah dan tidak ada arah yang jelas kemana Mesir akan melangkah. Yang diperlukan oleh semua warga Mesir adalah sebuah landasan bersama untuk bergerak maju tanpa ancaman atau pelecehan dan perlindungan kebebasan untuk berbicara dan berkumpul.
(esn)