Menkeu Jerman: Turki seharusnya tak gabung dengan UE
Kamis, 04 Juli 2013 - 04:35 WIB
Menkeu Jerman: Turki seharusnya tak gabung dengan UE
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble, mengatakan pada Rabu (3/7/2013), bahwa Turki seharusnya tidak bergabung dengan Uni Eropa (UE). Menurutnya, Turki bukan bagian dari Eropa.
"Kita tidak harus menerima Turki sebagai anggota penuh. Turki bukan bagian dari Eropa," kata Schaeuble dalam kampanye pemilu di Kota Dusseldorf, seperti dikutip dari Reuters. Ini adalah pernyataan keras terbaru yang menentang keinginan Turki untuk gabung dengan UE.
Sebelumnya, Pemerintah Jerman telah menekan 28 anggota UE untuk menunda babak baru pembicaraan soal kemungkinan bergabungnya Turki dengan UE. Hal ini didasari sikap aparat Turki dalam menangani para demonstran anti pemerintah.
UE akhirnya setuju untuk menunda diskusi itu setidaknya selama empat bulan ke depan. Namun, UE mengatakan jalan menuju keanggotaan UE bagi Turki masih tetap terbuka.
Selama ini, Jerman dan Prancis selalu memiliki kekhawatiran tentang kemungkinan Turki yang dihuni mayoritas umat Muslim itu bergabung dengan UE. Dua negara itu khawatir, perbedaan budaya Turki dan ukurannya akan membuat Turki sulit untuk berintegrasi ke dalam UE.
"Kita tidak harus menerima Turki sebagai anggota penuh. Turki bukan bagian dari Eropa," kata Schaeuble dalam kampanye pemilu di Kota Dusseldorf, seperti dikutip dari Reuters. Ini adalah pernyataan keras terbaru yang menentang keinginan Turki untuk gabung dengan UE.
Sebelumnya, Pemerintah Jerman telah menekan 28 anggota UE untuk menunda babak baru pembicaraan soal kemungkinan bergabungnya Turki dengan UE. Hal ini didasari sikap aparat Turki dalam menangani para demonstran anti pemerintah.
UE akhirnya setuju untuk menunda diskusi itu setidaknya selama empat bulan ke depan. Namun, UE mengatakan jalan menuju keanggotaan UE bagi Turki masih tetap terbuka.
Selama ini, Jerman dan Prancis selalu memiliki kekhawatiran tentang kemungkinan Turki yang dihuni mayoritas umat Muslim itu bergabung dengan UE. Dua negara itu khawatir, perbedaan budaya Turki dan ukurannya akan membuat Turki sulit untuk berintegrasi ke dalam UE.
(esn)