IFRC tingkatkan permohonan bantuan darurat untuk Suriah
Rabu, 03 Juli 2013 - 21:07 WIB
IFRC tingkatkan permohonan bantuan darurat untuk Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) memperbaharui jumlah permohonan pengadaan bantuan untuk mendukung kegiatan Bulan Sabit Merah Suriah (SARC) yang hingga hari ini masih terus membantu para korban di tengah situasi yang terus memburuk, Rabu (3/7/2013).
IFRS mengatakan, jumlah bantuan untuk mendukung kegiatan SARC meningkat dari USD 40 juta menjadi USD 58 juta. Yang menjadi pendorong peningkatan paket bantuan itu adalah penyediaan makan, perlengkapan kesehatan bagi 150 ribu jiwa perbulan, paket kebutuhan darurat bayi dan wanita serta bantuan kegiatan anggota SARC.
Menurut IFRS, bantuan bagi para relawan SARC merupakan fokus utama peningkatan anggaran bantuan itu. Dana itu juga digunakan untuk memberikan perlindungan, pelatihan, asuransi dan kompensasi kepada keluarga relawan.
"Saat ini, sejumlah staf SARC dan 3 ribu relawan masih bekerja di Suriah, dibawah kondisi yang sangat berbahaya. Sampai saat ini, tercatat sudah 20 relawan SARC tewas saat menjalani tugas karena peluru tembakan tentara dan pemberontak Suriah," ungkap IFRS.
Menurut data terbaru yang dirilis PBB jumlah korban tewas dalam perang yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun telah menembus anggka 100 ribu jiwa. Jumlah ini meningkat dengan tajam.
Penyebab kematian bukan hanya penembakan pemberontak dan tentara Suriah, tapi kematian mereka juga disebabkan kurangnya akses pelayanan dasar, termasuk perawatan kesehatan dan makanan. Saat ini, sekitar 7 juta warga Suriah butuh makan sedangkan 4,3 juta warga Suriah lainnya hidup terlantar.
IFRS mengatakan, jumlah bantuan untuk mendukung kegiatan SARC meningkat dari USD 40 juta menjadi USD 58 juta. Yang menjadi pendorong peningkatan paket bantuan itu adalah penyediaan makan, perlengkapan kesehatan bagi 150 ribu jiwa perbulan, paket kebutuhan darurat bayi dan wanita serta bantuan kegiatan anggota SARC.
Menurut IFRS, bantuan bagi para relawan SARC merupakan fokus utama peningkatan anggaran bantuan itu. Dana itu juga digunakan untuk memberikan perlindungan, pelatihan, asuransi dan kompensasi kepada keluarga relawan.
"Saat ini, sejumlah staf SARC dan 3 ribu relawan masih bekerja di Suriah, dibawah kondisi yang sangat berbahaya. Sampai saat ini, tercatat sudah 20 relawan SARC tewas saat menjalani tugas karena peluru tembakan tentara dan pemberontak Suriah," ungkap IFRS.
Menurut data terbaru yang dirilis PBB jumlah korban tewas dalam perang yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun telah menembus anggka 100 ribu jiwa. Jumlah ini meningkat dengan tajam.
Penyebab kematian bukan hanya penembakan pemberontak dan tentara Suriah, tapi kematian mereka juga disebabkan kurangnya akses pelayanan dasar, termasuk perawatan kesehatan dan makanan. Saat ini, sekitar 7 juta warga Suriah butuh makan sedangkan 4,3 juta warga Suriah lainnya hidup terlantar.
(esn)