Abbas berharap lanjutkan pembicaraan damai dengan Israel
Rabu, 03 Juli 2013 - 03:04 WIB
Abbas berharap lanjutkan pembicaraan damai dengan Israel
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, pada Selasa (2/7/2013) mengatakan, ia berharap bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry akan berhasil dalam menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian dengan Israel.
"Kami optimis, karena Kerry serius dan bertekad untuk mencapai solusi," kata Abbas kepada wartawan di Kota Ramallah, Tepi Barat, setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Italia Enrico Letta.
"Kami berharap bahwa kita akan segera duduk di meja perundingan dan membahas isu-isu mendasar antara kami dan Israel," tambah Abbas, seperti dikutip dari Xinhua.
Kerry sendiri telah melakukan lawatan tiga hari ke Timur Tengah sebagai upaya untuk menghidupkan kembali perundingan damai yang telah terhenti sejak 2010 silam. Kerry mengaku, telah ada kemajuan yang dicapai.
Abbas mengatakan, bahwa proposal Kerry adalah berguna dan konstruktif, tetapi membutuhkan lebih banyak klarifikasi untuk mencapai platform awal untuk negosiasi.
Sementara itu, Letta mendesak pihak Palestina dan Israel untuk merebut kesempatan dan melanjutkan pembicaraan perdamaian mereka. Ia juga menyerukan Israel untuk menyelesaikan masalah permukiman.
Pihak Palestina mengatakan, perundingan tidak bisa dilakukan, jika pembangunan pemukiman yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur tetap dilanjutkan.
"Kami optimis, karena Kerry serius dan bertekad untuk mencapai solusi," kata Abbas kepada wartawan di Kota Ramallah, Tepi Barat, setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Italia Enrico Letta.
"Kami berharap bahwa kita akan segera duduk di meja perundingan dan membahas isu-isu mendasar antara kami dan Israel," tambah Abbas, seperti dikutip dari Xinhua.
Kerry sendiri telah melakukan lawatan tiga hari ke Timur Tengah sebagai upaya untuk menghidupkan kembali perundingan damai yang telah terhenti sejak 2010 silam. Kerry mengaku, telah ada kemajuan yang dicapai.
Abbas mengatakan, bahwa proposal Kerry adalah berguna dan konstruktif, tetapi membutuhkan lebih banyak klarifikasi untuk mencapai platform awal untuk negosiasi.
Sementara itu, Letta mendesak pihak Palestina dan Israel untuk merebut kesempatan dan melanjutkan pembicaraan perdamaian mereka. Ia juga menyerukan Israel untuk menyelesaikan masalah permukiman.
Pihak Palestina mengatakan, perundingan tidak bisa dilakukan, jika pembangunan pemukiman yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur tetap dilanjutkan.
(esn)