PM Turki: Tanggal kunjungan ke Gaza masih belum pasti
Rabu, 03 Juli 2013 - 02:39 WIB
PM Turki: Tanggal kunjungan ke Gaza masih belum pasti
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Selasa (2/7/2013), bahwa tanggal kunjungannya ke Jalur Gaza masih belum pasti. “Tanggal perjalanana ke Gaza belum diputuskan,” kata Erdogan kepada wartawan, setelah pidato di hadapan Parlemen Turki di Ankara.
Namun, Abdel-Salam Siam, Sekjen Kabinet Hamas, mengatakan kepada Xinhua, bahwa Erdogan akan datang ke Jalur Gaza pada 5 Juli. “Itu jika tidak ada hal yang terjadi, yang dapat menyebabkan dia untuk menunda kunjungan," kaya Siam.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) secara terbuka mendesak Erdogan untuk membatalkan kunjungan itu. Tapi, Erdogan menegaskan ia tetap akan mengunjungi wilayah Palestina tersebut. AS beralasan, kunjungan Erdogan ke Jalur Gaza bisa merusak upaya perdamaian di Timur Tengah.
Jika benar jadi menginjakan kaki di Jalur Gaza, Erdogan akan menjadi pemimpin ketiga sebuah negara yang mengunjungi Gaza sejak Hamas mengambil alih wilayah itu pada 2007 silam. Sebelumnya, mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah melakukan kunjungan terpisah ke Gaza.
AS juga takut, jika Erdogan jadi mengunjungi Gaza, maka hubungan Turki dengan Israel kembali memburuk. Sebelum didamaikan oleh Presiden AS Barack Obama, Turki dan Israel mengalami ketegangan hubungan akibat insiden penyerangan armada bantuan Turki oleh tentara Israel pada 2010 lalu.
Kedua belah pihak mulai membangun kembali hubungan, setelah Obama mengunjungi wilayah itu pada Maret lalu dan menggagas permintaan maaf Israel ke Turki.
Namun, Abdel-Salam Siam, Sekjen Kabinet Hamas, mengatakan kepada Xinhua, bahwa Erdogan akan datang ke Jalur Gaza pada 5 Juli. “Itu jika tidak ada hal yang terjadi, yang dapat menyebabkan dia untuk menunda kunjungan," kaya Siam.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) secara terbuka mendesak Erdogan untuk membatalkan kunjungan itu. Tapi, Erdogan menegaskan ia tetap akan mengunjungi wilayah Palestina tersebut. AS beralasan, kunjungan Erdogan ke Jalur Gaza bisa merusak upaya perdamaian di Timur Tengah.
Jika benar jadi menginjakan kaki di Jalur Gaza, Erdogan akan menjadi pemimpin ketiga sebuah negara yang mengunjungi Gaza sejak Hamas mengambil alih wilayah itu pada 2007 silam. Sebelumnya, mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah melakukan kunjungan terpisah ke Gaza.
AS juga takut, jika Erdogan jadi mengunjungi Gaza, maka hubungan Turki dengan Israel kembali memburuk. Sebelum didamaikan oleh Presiden AS Barack Obama, Turki dan Israel mengalami ketegangan hubungan akibat insiden penyerangan armada bantuan Turki oleh tentara Israel pada 2010 lalu.
Kedua belah pihak mulai membangun kembali hubungan, setelah Obama mengunjungi wilayah itu pada Maret lalu dan menggagas permintaan maaf Israel ke Turki.
(esn)