Polisi Nigeria tangkap 54 napi yang kabur dari penjara
Selasa, 02 Juli 2013 - 23:22 WIB
Polisi Nigeria tangkap 54 napi yang kabur dari penjara
A
A
A
Sindonews.com – Polisi Nigeria berhasil menangkap kembali 54 dari 175 tahanan yang melarikan diri dari penjara di barat daya Kota Akure, Selasa (2/7/2013). Para napi ini berhasil kabur, setelah kelompok bersenjata menyerang penjara itu pada akhir pekan lalu.
"Sampai kemarin, polisi telah menangkap 54 tahanan yang melarikan diri. Penangkapan dilakukan di berbagai lokasi di Akure dan kota tetangga," kata Juru Bicara Polisi Nigeria, Wale Ogodo, seperti dikutip dari Reuters.
Militan Islam Boko Haram dan kelompok yang terkait al-Qaeda, berada di balik serangan beberapa penjara dalam beberapa tahun terakhir. Tapi Ogodo mengatakan, serangan ke penjara di Kota Akure bukan pekerjaan kaum pemberontak.
"Itu murni insiden pembobolan penjara dan tidak ada hubungannya dengan Boko Haram. Kami menduga, geng yang menyerang penjara itu mencoba untuk membebaskan salah satu pemimpin mereka," kata Ogodo.
Nigeria, salah negara terpadat di Afrika dan produsen minyak terbesar, memang mengalami masalah besar soal angka kejahatan dan korupsi. Di negara-negara bagian di wilayah selatan, seperti Ondo, penculikan dan kejahatan kekerasan lainnya adalah hal yang umum dilakukan oleh kelompok-kelompok bersenjata.
"Sampai kemarin, polisi telah menangkap 54 tahanan yang melarikan diri. Penangkapan dilakukan di berbagai lokasi di Akure dan kota tetangga," kata Juru Bicara Polisi Nigeria, Wale Ogodo, seperti dikutip dari Reuters.
Militan Islam Boko Haram dan kelompok yang terkait al-Qaeda, berada di balik serangan beberapa penjara dalam beberapa tahun terakhir. Tapi Ogodo mengatakan, serangan ke penjara di Kota Akure bukan pekerjaan kaum pemberontak.
"Itu murni insiden pembobolan penjara dan tidak ada hubungannya dengan Boko Haram. Kami menduga, geng yang menyerang penjara itu mencoba untuk membebaskan salah satu pemimpin mereka," kata Ogodo.
Nigeria, salah negara terpadat di Afrika dan produsen minyak terbesar, memang mengalami masalah besar soal angka kejahatan dan korupsi. Di negara-negara bagian di wilayah selatan, seperti Ondo, penculikan dan kejahatan kekerasan lainnya adalah hal yang umum dilakukan oleh kelompok-kelompok bersenjata.
(esn)