Indonesia kembali kirim tim pengamat ke Filipina Selatan

Selasa, 02 Juli 2013 - 14:55 WIB
Indonesia kembali kirim...
Indonesia kembali kirim tim pengamat ke Filipina Selatan
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia kembali menunjukan komitmennya untuk terus memajukan dan memperkuat hubungan RI-Filipina. Hal itu dilakukan dengan kembali mengirimkan Tim Pengamat Indonesia (TPI) dan International Monitoring Team (IMT) unsur sipil dan militer, di Kemlu RI, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Dirjen Multilateral, Arko Hananto Budiadi pada acara Penyambutan dan Pelepasan TPI dan IMT menyampaikan, Partisipasi Indonesia dalam IMT di Filipina Selatan merupakan bentuk nyata upaya-upaya Indonesia dalam menyebarluaskan nilai-nilai dialog dan perdamaian di tingkat regional dan internasional.

Di sana, mereka akan memantau implementasi perjanjian damai antara pemerintah Filipina dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF). "Partisipasi Indonesia dilandasi komitmen untuk berjuang menciptakan kawasan yang aman, adil, dan damai," ungkap Dirjen Multilateral Budiadi, seperti dilansir Infomed Kemlu.

"TPI tidak hanya menjalankan misi memantau perjanjian perdamaian antara Pemerintah Filipina dan MNLF, tetapi juga menindaklanjuti pelaksanaan aspek-aspek keamanan, kemanusiaan, rehabilitasi dan pembangunan, bantuan sosio-ekonomi, dan komponen perlindungan sipil," ungkap Budiadi.

"Lebih lanjut ditekankan, bahwa keterlibatan Indonesia dalam IMT sejak tahun 2012 dan untuk ke depannya, telah memberikan kontribusi penting dalam pengawasan gencatan senjata antara Pemerintah Filipina dan MILF, yang lebih lanjut akan mendorong pencapaian perdamaian menyeluruh di Filipina Selatan," paparnya.

TPI – IMT akan ditempatkan di 5 Team Site yaitu Cotabato City, Iligan City, Zamboanga City, General Santos City, dan Davao City. Selain Indonesia, IMT juga beranggotakan personil militer dan sipil dari 5 negara lainnya dengan jumlah personil 55 orang, yaitu Malaysia (19 orang), Brunei Darussalam (15 orang), Jepang (2 orang), Norwegia (2 orang) , dan Uni Eropa (2 orang).

TPI tahap pertama telah menyelesaikan tugasnya dalam kurun waktu 1 tahun, untuk unsur militer, dan 6 bulan, untuk unsur sipil. Sedangkan Tim pengganti telah menyelesaikan Pre Deployment Training yang diselenggarakan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian(PMPP), Sentul, Jawa Barat tanggal 1-13 Februari 2013.
(esn)
Berita Terkait
Sama-sama Kontraksi,...
Sama-sama Kontraksi, Indonesia-Filipina Cari Jalan Keluar Bareng
Presiden Jokowi Tiba...
Presiden Jokowi Tiba di Filipina
Marcos Jr Kunjungi Beijing,...
Marcos Jr Kunjungi Beijing, Filipina dan China Akan Tingkatkan Hubungan Bilateral
Menggali dan Memaksimalkan...
Menggali dan Memaksimalkan Potensi Kerja Sama Indonesia-Filipina
Presuniv Perkuat Hubungan...
Presuniv Perkuat Hubungan Indonesia-Filipina dengan Konferensi Internasional
Indonesia-Venezuela...
Indonesia-Venezuela Serukan Penguatan Hubungan Bilateral
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
15 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
1 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
1 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
2 jam yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
10 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
12 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved