Obama tak bahas kasus Snowden dengan pemimpin Rusia & China
Jum'at, 28 Juni 2013 - 11:09 WIB
Obama tak bahas kasus Snowden dengan pemimpin Rusia & China
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan, bahwa ia tidak akan membiarkan kasus whistleblower Edward Snowden merusak hubungan AS dengan Rusia dan China.
Obama menegaskan, ada batas untuk apa yang akan dilakukan AS dalam upaya menangkap Snowden. "Saya tidak akan berebut jet untuk mendapatkan hacker 29 tahun," kata Obama, Kamis (26/6/2013), saat berkunjung ke Senegal.
Dalam pernyataan ini, Obama salah menyebut usia Snowden. Obama menyebut Snowden berusia 29, padahal mantan teknisi Badan Keamanan Nasional AS (NSA) itu berusia 30 tahun.
Obama mengaku, ia tidak ingin merusak hubungan dengan Moskow dan Beijing hanya demi menangkap Snowden. “Saya tidak menelepon Presiden China Xi Jinping atau Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas masalah ini,” kata Obama.
Obama juga menyatakan, ia tidak mau berputar dan berurusan dengan kasus ini. "Alasan nomor satu, saya memang tidak seharusnya (menangani hal ini). Ini adalah sesuatu yang rutin dibahas antara aparat penegak hukum di berbagai negara," kata Obama.
Hingga kini, Snowden tercatat sudah 5 hari berada di Bandara Sheremetyevo, Moskow, sejak meninggalkan Hong Kong pekan lalu. Pejabat di Bandara Sheremetyevo, dikutip Reuters, mengatakan, Snowden tidak memesan penerbangan keluar, meskipun ada tekanan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, agar Snowden segera meninggalkan Moskow.
Obama menegaskan, ada batas untuk apa yang akan dilakukan AS dalam upaya menangkap Snowden. "Saya tidak akan berebut jet untuk mendapatkan hacker 29 tahun," kata Obama, Kamis (26/6/2013), saat berkunjung ke Senegal.
Dalam pernyataan ini, Obama salah menyebut usia Snowden. Obama menyebut Snowden berusia 29, padahal mantan teknisi Badan Keamanan Nasional AS (NSA) itu berusia 30 tahun.
Obama mengaku, ia tidak ingin merusak hubungan dengan Moskow dan Beijing hanya demi menangkap Snowden. “Saya tidak menelepon Presiden China Xi Jinping atau Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas masalah ini,” kata Obama.
Obama juga menyatakan, ia tidak mau berputar dan berurusan dengan kasus ini. "Alasan nomor satu, saya memang tidak seharusnya (menangani hal ini). Ini adalah sesuatu yang rutin dibahas antara aparat penegak hukum di berbagai negara," kata Obama.
Hingga kini, Snowden tercatat sudah 5 hari berada di Bandara Sheremetyevo, Moskow, sejak meninggalkan Hong Kong pekan lalu. Pejabat di Bandara Sheremetyevo, dikutip Reuters, mengatakan, Snowden tidak memesan penerbangan keluar, meskipun ada tekanan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, agar Snowden segera meninggalkan Moskow.
(esn)