Korban tewas banjir India meningkat jadi 680 jiwa
Minggu, 23 Juni 2013 - 12:33 WIB
Korban tewas banjir India meningkat jadi 680 jiwa
A
A
A
Sindonews.com - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di negara bagian Uttarakhand yang melanda wilayah India utara sejak akhir pekan lalu, bertambah jadi 680 orang. Tim penyelamat sejauh ini telah mengevakuasi 70 ribu penduduk, sementara diyakini masih ada 22 ribu lainnya yang masih terdampar di sejumlah lokasi terpencil, Sabtu (22/6/2013).
Sebanyak 123 mayat ditemukan dalam operasi penyelamatan di kompleks Candi Kedarnath."Lebih dari 10 ribu warga berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan yang dilakukan sepanjang Sabtu di hulu negara bagian Uttarakhand, termasuk Kedarnath, wilayah yang paling parah terkena dampak banjir bandang," ungkap Menteri Dalam Negeri India, Sushil Kumar Shinde seperti dilansir Press Trust of India.
"17 dari mereka yang diselamatkan lewat udara adalah wisatawan asing," imbuhnya.Operasi penyelamatan yang dipimpin tentara Angkatan Darat India berpacu dengan waktu, sebab ramalan cuaca mengatakan hujan deras akan kembali mengguyur Uttarakhand pada Senin dan Selasa besok. Hal ini akan menghambat proses evakuasi yang dilakukan tim penyelamat dan tentara.
Kepala Kementerian India, Vijay Bahuguna mengatakan, korban tewas akibat banjir bandang mungkin dapat mencapai 1.000 jiwa, jasad mereka mungkin dapat ditemukan di antara lumpur dan puing-puing bangunan yang hancur dan tersapu arus air.
Hujan mengguyur negara bagian Uttarakhand, Uttar Pradesh, Himachal Pradesh, Haryana Musim hingga Ibu Kota New Delhi. Musim hujan kali ini datang dua pekan lebih awal dari jadwal normal dan tiga kali lebih lebat dari intensitas hujan biasanya.
Hujan lebat telah menyebabkan banjir bandang dan menghanyutkan ribuan rumah, ratusan mobil, puluhan jembatan, dan gedung pemerintah.
Pejabat India mengatakan, kehancuran yang terjadi di negara bagian ini belum pernah terjadi selama 1.000 tahun terakhir. Diperkirakan, butuh waktu 5 tahun untuk memulihkan wilayah yang hancur akibat bencana banjir dan tanah longsor kali ini.
Perdana Menteri India Manmohan Singh telah mengumumkan paket bantuan sebesar 10 miliar rupee (USD 170 juta) bagi negara bagian yang dilanda banjir.
Sebanyak 123 mayat ditemukan dalam operasi penyelamatan di kompleks Candi Kedarnath."Lebih dari 10 ribu warga berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan yang dilakukan sepanjang Sabtu di hulu negara bagian Uttarakhand, termasuk Kedarnath, wilayah yang paling parah terkena dampak banjir bandang," ungkap Menteri Dalam Negeri India, Sushil Kumar Shinde seperti dilansir Press Trust of India.
"17 dari mereka yang diselamatkan lewat udara adalah wisatawan asing," imbuhnya.Operasi penyelamatan yang dipimpin tentara Angkatan Darat India berpacu dengan waktu, sebab ramalan cuaca mengatakan hujan deras akan kembali mengguyur Uttarakhand pada Senin dan Selasa besok. Hal ini akan menghambat proses evakuasi yang dilakukan tim penyelamat dan tentara.
Kepala Kementerian India, Vijay Bahuguna mengatakan, korban tewas akibat banjir bandang mungkin dapat mencapai 1.000 jiwa, jasad mereka mungkin dapat ditemukan di antara lumpur dan puing-puing bangunan yang hancur dan tersapu arus air.
Hujan mengguyur negara bagian Uttarakhand, Uttar Pradesh, Himachal Pradesh, Haryana Musim hingga Ibu Kota New Delhi. Musim hujan kali ini datang dua pekan lebih awal dari jadwal normal dan tiga kali lebih lebat dari intensitas hujan biasanya.
Hujan lebat telah menyebabkan banjir bandang dan menghanyutkan ribuan rumah, ratusan mobil, puluhan jembatan, dan gedung pemerintah.
Pejabat India mengatakan, kehancuran yang terjadi di negara bagian ini belum pernah terjadi selama 1.000 tahun terakhir. Diperkirakan, butuh waktu 5 tahun untuk memulihkan wilayah yang hancur akibat bencana banjir dan tanah longsor kali ini.
Perdana Menteri India Manmohan Singh telah mengumumkan paket bantuan sebesar 10 miliar rupee (USD 170 juta) bagi negara bagian yang dilanda banjir.
(esn)