Korut: Sikap bermusuhan AS bisa sebabkan perang
Sabtu, 22 Juni 2013 - 04:02 WIB
Korut: Sikap bermusuhan AS bisa sebabkan perang
A
A
A
Sindonews.com – Duta Besar Korea Utara (Korut) untuk PBB, Sin Son Ho, mengatakan, bahwa sikap permusuhan Amerika Serikat (AS) dapat menimbulkan perang setiap saat. "Masalah yang paling mendesak di Asia timur laut saat ini adalah hubungan bermusuhan antara Korut dan AS, yang dapat menyebabkan perang setiap saat," kata Son Ho, Jumat (21/6/2013).
Ia menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah konferensi pers yang jarang dilakukan. Son Ho menuduh AS telah menaikkan ketegangan dan meminta PBB dan AS untuk mengakhiri sanksi terhadap Pyongyang. Sanksi itu dijatuhkan, karena Korut melakukan uji coba nuklir beberapa waktu lalu.
"Saya mendesak AS untuk menghentikan sanksi ekonomi terhadap kami," kata Son Ho. Ia menambahkan, bahwa negara-negara anggota PBB seharusnya tidak "buta" dan mengikuti sanksi yang dijatuhkan PBB terhadap Korut.
Menurut Son Ho, Korut tidak akan pernah menyerahkan senjata atomnya. “Korut memiliki hak berdaulat dan sah untuk pertahanan diri. Selama AS meneruskan kebijakan bermusuhan terhadap Korut dan mengancam dengan senjata nuklir, kami tidak akan pernah menyerah," tegas Son Ho, seperti dikutip dari AFP.
Son Ho mengatakan, latihan perang AS-Korsel telah membawa Semenanjung Korea ke dalam lingkaran setan ketegangan dan konflik. Namun, ia juga menegaskan, bahwa negaranya siap melakukan pembicaraan dengan AS.
Sebelumnya, Korut memang sudah mengajukan proposal pembicaraan dengan AS. Tapi, AS belum menanggapi secara serius. "Ini adalah niat nyata kami untuk melakukan pembicaraan. Dalam pembicaraan, kami bisa melakukan diskusi yang luas dengan AS, termasuk untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea,” jelasnya.
Ia menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah konferensi pers yang jarang dilakukan. Son Ho menuduh AS telah menaikkan ketegangan dan meminta PBB dan AS untuk mengakhiri sanksi terhadap Pyongyang. Sanksi itu dijatuhkan, karena Korut melakukan uji coba nuklir beberapa waktu lalu.
"Saya mendesak AS untuk menghentikan sanksi ekonomi terhadap kami," kata Son Ho. Ia menambahkan, bahwa negara-negara anggota PBB seharusnya tidak "buta" dan mengikuti sanksi yang dijatuhkan PBB terhadap Korut.
Menurut Son Ho, Korut tidak akan pernah menyerahkan senjata atomnya. “Korut memiliki hak berdaulat dan sah untuk pertahanan diri. Selama AS meneruskan kebijakan bermusuhan terhadap Korut dan mengancam dengan senjata nuklir, kami tidak akan pernah menyerah," tegas Son Ho, seperti dikutip dari AFP.
Son Ho mengatakan, latihan perang AS-Korsel telah membawa Semenanjung Korea ke dalam lingkaran setan ketegangan dan konflik. Namun, ia juga menegaskan, bahwa negaranya siap melakukan pembicaraan dengan AS.
Sebelumnya, Korut memang sudah mengajukan proposal pembicaraan dengan AS. Tapi, AS belum menanggapi secara serius. "Ini adalah niat nyata kami untuk melakukan pembicaraan. Dalam pembicaraan, kami bisa melakukan diskusi yang luas dengan AS, termasuk untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea,” jelasnya.
(esn)