PBB: Akhir 2013, 1 juta pengungsi Suriah akan banjiri Turki
Sabtu, 22 Juni 2013 - 01:24 WIB
PBB: Akhir 2013, 1 juta pengungsi Suriah akan banjiri Turki
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah pengungsi Suriah di Turki bisa mencapai satu juta jiwa pada akhir tahun ini. Demikian dilaporkan Berita Harian Turki, Jumat (21/6/2013), mengutip seorang pejabat PBB yang menangani pengungsi.
Carol Batchelor, Wakil Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi di Turki, mengatakan, jumlah pengungsi Suriah mungkin mencapai hingga 3,5 juta di wilayah tersebut. “Sekitar satu juta pengungsi akan datang ke Turki, jika krisis di Suriah terus berlanjut,” jelas Batchelor, seperti dikutip dari Xinhua.
“Solusi politik adalah satu-satunya cara yang mungkin dilakukan secara permanen untuk menghentikan penderitaan di wilayah tersebut,” kata Batchelor. "Tapi, sampai itu solusi politik ditemukan, harus ada respon kemanusiaan," lanjutnya.
Angka-angka resmi dari pemerintah Turki menunjukkan, bahwa lebih dari setengah juta pengungsi Suriah kini telah berlindung di Turki. Para pengungsi itu melarikan diri dari perang saudara yang telah berlangsung lebih dari dua tahun di negara tersebut.
Hingga kini, masih belum ada tanda-tanda konflik berdarah di Suriah akan berakhir. Pertempuran antara pasukan yang setia pada Presiden Bashar al-Assad dengan pasukan pemberontak masih terus terjadi di sejumlah wilayah di Suriah.
Carol Batchelor, Wakil Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi di Turki, mengatakan, jumlah pengungsi Suriah mungkin mencapai hingga 3,5 juta di wilayah tersebut. “Sekitar satu juta pengungsi akan datang ke Turki, jika krisis di Suriah terus berlanjut,” jelas Batchelor, seperti dikutip dari Xinhua.
“Solusi politik adalah satu-satunya cara yang mungkin dilakukan secara permanen untuk menghentikan penderitaan di wilayah tersebut,” kata Batchelor. "Tapi, sampai itu solusi politik ditemukan, harus ada respon kemanusiaan," lanjutnya.
Angka-angka resmi dari pemerintah Turki menunjukkan, bahwa lebih dari setengah juta pengungsi Suriah kini telah berlindung di Turki. Para pengungsi itu melarikan diri dari perang saudara yang telah berlangsung lebih dari dua tahun di negara tersebut.
Hingga kini, masih belum ada tanda-tanda konflik berdarah di Suriah akan berakhir. Pertempuran antara pasukan yang setia pada Presiden Bashar al-Assad dengan pasukan pemberontak masih terus terjadi di sejumlah wilayah di Suriah.
(esn)