Jihad Islam: Fatah & Hamas tak berbuat banyak untuk rekonsiliasi
Kamis, 20 Juni 2013 - 00:57 WIB
Jihad Islam: Fatah & Hamas tak berbuat banyak untuk rekonsiliasi
A
A
A
Sindonews.com – Salah satu faksi di Palestina, Jihad Islam, menilai Fatah dan Hamas tidak bekerja cukup keras untuk mewujudkan rekonsiliasi di Palestina. Pernyataan ini disampaikan oleh Khader Habib, seorang anggota senior Jihad Islam, Rabu (19/6/2013).
Menurutnya, Fatah dan Hamas, yang merupakan dua faksi terbesar di Palestina, hanya mengerahkan “upaya kecil” untuk mewujudkan rekonsiliasi Palestina. "Sepertinya, tidak akan ada rekonsiliasi dalam waktu dekat," kata Habib, seperti dikutip dari Xinhua.
Pernyataan Habib itu datang, setelah seorang pejabat Fatah mengatakan, bahwa pertemuan Hamas-Fatah akan segera diadakan di Kota Kairo, Mesir. Pertemuan ini dilakukan untuk mencoba mengatasi beberapa kendala yang menghambat persatuan Palestina.
Mahmoud Al-Aloul, anggota komite pusat Fatah, mengatakan, pertemuan dengan Hamas akan dilakukan sebelum 14 Agustus. Al-Aloul menuduh Hamas menunda rekonsiliasi, karena adanya kontradiksi di antara para pemimpin dalam hal situasi di Suriah.
Mesir dan Qatar telah menengahi kesepakatan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah, tapi dua partai saingan itu gagal menerapkan rekonsiliasi, karena perbedaan pendapat mengenai pemerintah persatuan, keamanan, dan pemilihan umum.
Menurutnya, Fatah dan Hamas, yang merupakan dua faksi terbesar di Palestina, hanya mengerahkan “upaya kecil” untuk mewujudkan rekonsiliasi Palestina. "Sepertinya, tidak akan ada rekonsiliasi dalam waktu dekat," kata Habib, seperti dikutip dari Xinhua.
Pernyataan Habib itu datang, setelah seorang pejabat Fatah mengatakan, bahwa pertemuan Hamas-Fatah akan segera diadakan di Kota Kairo, Mesir. Pertemuan ini dilakukan untuk mencoba mengatasi beberapa kendala yang menghambat persatuan Palestina.
Mahmoud Al-Aloul, anggota komite pusat Fatah, mengatakan, pertemuan dengan Hamas akan dilakukan sebelum 14 Agustus. Al-Aloul menuduh Hamas menunda rekonsiliasi, karena adanya kontradiksi di antara para pemimpin dalam hal situasi di Suriah.
Mesir dan Qatar telah menengahi kesepakatan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah, tapi dua partai saingan itu gagal menerapkan rekonsiliasi, karena perbedaan pendapat mengenai pemerintah persatuan, keamanan, dan pemilihan umum.
(esn)