Sejken PBB minta semua pihak di Turki menahan diri
Selasa, 18 Juni 2013 - 23:52 WIB
Sejken PBB minta semua pihak di Turki menahan diri
A
A
A
Sindonews.com – Sekjen PBB, Ban Ki-moon pada Selasa (18/6/2013), menyalakan alarm pada aksi kekerasan di Turki. Menurutnya, aksi kekerasan di Turki telah sampai pada batas yang bisa ditoleransi.
"Sekjen PBB prihatin tentang bentrokan yang sedang berlangsung antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan," kata Juru Bicara PBB, Eduardo del Buey, seperti dikutip dari Reuters.
Hingga kini, konfrontasi antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa di sejumlah kota di Turki, telah memasuki pekan ke tiga. Demonstrasi yang semula hanya dimaksudkan untuk memprotes pemugaran Taman Gezi di Istanbul, telah berubah menjadi aksi protes anti pemerintah.
"Sekjen PBB mendesak semua pihak menahan diri secara maksimum dan mengejar dialog konstruktif untuk menyelesaikan perbedaan dan menghindari konfrontasi kekerasan lebih lanjut," lanjut Buey.
Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh Presiden Turki, Abdullah Gul. Ia memperingatkan, bahwa citra Turki yang telah mempromosikan upaya demokrasi selama 10 tahun terakhir, bisa saja rusak dalam satu minggu. Itu sebabnya, Gul meminta demonstran untuk mengakhiri demonstrasi mereka.
"Sangat penting untuk membuka dialog. Anda telah melihat, bahwa beberapa pertemuan berlangsung dan (para demonstran) mendengarkan. Proyek yang direncanakan (Taman Gezi) ditunda,” kata Gul di Ibu Kota Turki, Ankara.
Pernyataan Gul ini mengacu pada pertemuan sebelumnya yang dilakukan pejabat pemerintah dan para pengunjuk rasa, yang mencoba untuk melestarikan Taman Gezi di Istanbul. "Demonstrasi di jalan-jalan harus berakhir dan beberapa keragu-raguan mulai muncul," kata Gul.
"Sekjen PBB prihatin tentang bentrokan yang sedang berlangsung antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan," kata Juru Bicara PBB, Eduardo del Buey, seperti dikutip dari Reuters.
Hingga kini, konfrontasi antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa di sejumlah kota di Turki, telah memasuki pekan ke tiga. Demonstrasi yang semula hanya dimaksudkan untuk memprotes pemugaran Taman Gezi di Istanbul, telah berubah menjadi aksi protes anti pemerintah.
"Sekjen PBB mendesak semua pihak menahan diri secara maksimum dan mengejar dialog konstruktif untuk menyelesaikan perbedaan dan menghindari konfrontasi kekerasan lebih lanjut," lanjut Buey.
Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh Presiden Turki, Abdullah Gul. Ia memperingatkan, bahwa citra Turki yang telah mempromosikan upaya demokrasi selama 10 tahun terakhir, bisa saja rusak dalam satu minggu. Itu sebabnya, Gul meminta demonstran untuk mengakhiri demonstrasi mereka.
"Sangat penting untuk membuka dialog. Anda telah melihat, bahwa beberapa pertemuan berlangsung dan (para demonstran) mendengarkan. Proyek yang direncanakan (Taman Gezi) ditunda,” kata Gul di Ibu Kota Turki, Ankara.
Pernyataan Gul ini mengacu pada pertemuan sebelumnya yang dilakukan pejabat pemerintah dan para pengunjuk rasa, yang mencoba untuk melestarikan Taman Gezi di Istanbul. "Demonstrasi di jalan-jalan harus berakhir dan beberapa keragu-raguan mulai muncul," kata Gul.
(esn)