Pasca kerusuhan di KJRI Jedah, personel layanan ditambah

Selasa, 18 Juni 2013 - 22:56 WIB
Pasca kerusuhan di KJRI...
Pasca kerusuhan di KJRI Jedah, personel layanan ditambah
A A A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa menyatakan, bahwa pihaknya bersama Kementerian dan lembaga terkait lainnya akan terus bekerja keras melindungi WNI di Arab Saudi. Ini dilakukan melalui peningkatan pelayanan WNI di KJRI Jeddah, penambahan personel dan fasilitas keimigrasian.

Hal ini disampaikan Menlu Marty pada Rapat Kerja dengan Komisi IX di Gedung DPR RI, Senayan, Selasa (18/6/2013). Menurut Marty, pasca pengerusakan KJRI Jeddah beberapa waktu lalu, loket pembuatan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI telah ditambah, dari semula hanya 6 menjadi 56 loket dan personel pelayanan dari 85 menjadi 156 orang.

"Telah ada 71.652 dokumen yang tercatat untuk diproses oleh pihak KJRI dan 22 ribu dokumen yang telah diberikan kepada WNI di Arab Saudi," terang Marty di hadapan Komisi IX DPR. Menurut Marty, membengkaknya angka WNI ini bermuara dari kebijakan Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan amnesti kepada WNA pekerja migran di Arab Saudi.

Amnesti ini antara lain dapat berfungsi sebagai pemutihan bagi pekerja non prosedural yang ingin dirubah statusnya menjadi prosedural. "Untuk TKI kita di Arab Saudi, mereka umumnya adalah para overstayer yang memiliki masalah keimigrasian atau menggunakan visa umroh untuk bekerja di Arab Saudi," papar Marty.

Dengan adanya amnesti ini, mereka dapat merubah status mereka. Namun, mengingat singkatnya tenggat waktu kebijakan ini, 11 Mei 2013 hingga 3 Juli 2013, TKI kemudian berbondong-bondong menghampiri KJRI dalam jumlah besar.

Sedangkan bagi mereka yang tidak mengindahkan amnesti ini akan terkena denda, dipenjara ataupun diusir dari Arab Saudi. Dalam mengakomodasi kebijakan ini, KJRI di Jeddah telah melakukan beberapa upaya untuk membantu WNI dan memungkinkan para WNI mendapatkan amnesti.

Marty menjelaskan, bahwa sejak digulirkannya kebijakan amnesti ini, angka WNI yang mengurus dokumen berlipat ganda setiap minggunya. KJRI Jeddah yang hanya mampu mengurusi maksimal 1.000 WNI setiap harinya, harus berhadapan dengan lebih dari 5.000 TKI yang berniat mengurus dokumen.

"Puncaknya, pada 9 Juni 2013, di mana terdapat 12.000 WNI yang mengantri untuk diurus dokumennya. Sedangkan pada 8 Juni, hanya 48.260 dokumen yang mampu untuk ditangani," lanjut Marty.
(esn)
Berita Terkait
Kerajaan Arab Saudi...
Kerajaan Arab Saudi Berikan Izin Penerbangan Langsung kepada Indonesia
Cerita Sepasang Merpati...
Cerita Sepasang Merpati Asal Jamaah Haji Indonesia di Balik Banyaknya Burung Dara di Mekah dan Madinah
Mengintip Persiapan...
Mengintip Persiapan Timnas Arab Saudi
Berkah Ramadhan, Indonesia...
Berkah Ramadhan, Indonesia Terima 1 Ton Kurma dan 3.000 Al-Quran dari Saudi
Menlu Retno Serah Terimakan...
Menlu Retno Serah Terimakan Etty Kepada Pihak Keluarga
Arab Saudi Kembali Sumbang...
Arab Saudi Kembali Sumbang 100 Ton Kurma untuk Indonesia
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
57 menit yang lalu
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
4 jam yang lalu
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
6 jam yang lalu
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
7 jam yang lalu
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved