Assad: Tuduhan penggunaan senjata kimia tak masuk akal
Selasa, 18 Juni 2013 - 22:30 WIB
Assad: Tuduhan penggunaan senjata kimia tak masuk akal
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan, tuduhan penggunaan senjata kimia yang ditujukan pada pasukannya, adalah tuduhan yang tidak masuk akal. Sebab, tuduhan itu disertai pemaparan jumlah korban yang hanya 150 jiwa.
"Senjata pemusnah massal mampu membunuh ratusan atau ribuan orang sekaligus. Itulah mengapa senjata itu digunakan," kata Assad dalam wawancara dengan harian Jerman, Frankfurter Allgemeine Zeitung, Senin (17/6/2013).
"Oleh karena itu, tidak logis menggunakan senjata kimia untuk membunuh jumlah orang yang dapat dicapai hanya dengan penggunaan senjata konvensional," lanjut Assad. Sebelumnya, tiga negara Barat, yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Perancis telah meyakini, bahwa pasukan Pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia dalam perang melawan pemberontak.
Dengan dasar inilah, AS dan sejumlah negara Eropa sepakat untuk menyuplai senjata bagi kaum pemberontak Suriah. Menurut AS, rezim Presiden Assad telah melanggar garis merah, karena menggunakan senjata kimia dalam perang saudara.
Assad menyebut pemberontak sebagai teroris dan membantah tuduhan atas eskalasi konflik. Ia juga menyatakan akan mempertahankan kerjasama dengan Rusia dan Iran Assad menuduh negara-negara pendukung pemberontak, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Turki, sebagai pihak yang terang-terangan melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara, yang bertujuan untuk mengacaukan Suriah.
"Senjata pemusnah massal mampu membunuh ratusan atau ribuan orang sekaligus. Itulah mengapa senjata itu digunakan," kata Assad dalam wawancara dengan harian Jerman, Frankfurter Allgemeine Zeitung, Senin (17/6/2013).
"Oleh karena itu, tidak logis menggunakan senjata kimia untuk membunuh jumlah orang yang dapat dicapai hanya dengan penggunaan senjata konvensional," lanjut Assad. Sebelumnya, tiga negara Barat, yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Perancis telah meyakini, bahwa pasukan Pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia dalam perang melawan pemberontak.
Dengan dasar inilah, AS dan sejumlah negara Eropa sepakat untuk menyuplai senjata bagi kaum pemberontak Suriah. Menurut AS, rezim Presiden Assad telah melanggar garis merah, karena menggunakan senjata kimia dalam perang saudara.
Assad menyebut pemberontak sebagai teroris dan membantah tuduhan atas eskalasi konflik. Ia juga menyatakan akan mempertahankan kerjasama dengan Rusia dan Iran Assad menuduh negara-negara pendukung pemberontak, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Turki, sebagai pihak yang terang-terangan melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara, yang bertujuan untuk mengacaukan Suriah.
(esn)