Bantu danai pemberontak Suriah, pria Yordania bangga ditangkap
Selasa, 18 Juni 2013 - 17:31 WIB
Bantu danai pemberontak Suriah, pria Yordania bangga ditangkap
A
A
A
Sindonews.com - Mahmoud S (43), seorang pria Yordania yang diduga merupakan anggota kelompok jihad, mengakui bahwa dia telah memberian bantuan militer kepada kelompok bersenjata di Suriah melalui Libanon. Demikian dilaporkan, harian al-Akhbar, Selasa (18/6/2013).
Mahmoud ditangkap di Distrik Bekaa, di Baalbek, Libanon, karena kedapatan pembawa identitas palsu, bernama Ahmed Hujeir, asal Palestina. Hingga kini, Mahmoud telah ditahan selama 10 hari oleh petugas keamanan Libanon dan tengah dirujuk ke Pengadilan Militer. Saat diinterogasi, dengan bangga dan tanpa tekanan, ia mengaku telah mendanai kelompok-kelompok jihad Islam di Suriah.
"Selama proses interogasi, tahanan itu mengaku telah menerima USD 2,2 juta dari Khaled Diab, Qatar Red Crescent (organisasi bulan sabit merah Qatar) dan menyerahkannya kepada seorang seikh Libanon yang diidentifikasi memiliki inisial A.A," menurut laporan al-Akhbar.
Seikh Libanon yang menerima dana bantuan tersebut, kabarnya tinggal di kota Ber Elias, Bekka dan merupakan pemimpin asosiasi yang lebih dikenal dengan nama “Muslims Without Borders.”
Mahmoud dituding membeli 30 pelontar roket dan 300 roket yang kemudian diselundupkan ke Suriah dengan bantuan seorang pria Suriah. Dia juga membeli 100 senjata dan amunisi dari kamp pengungsi Palestina di Ain el-Hilweh dengan harga USD 40 ribu.
Selain itu, dia juga telah memberikan sejumlah uang kepada seorang Sheikh Salafi dari Kota Tripoli untuk mengerahkan pengikutnya melakukan pertempuran melawan Alawit Jabal Mohsen.
Mahmoud ditangkap di Distrik Bekaa, di Baalbek, Libanon, karena kedapatan pembawa identitas palsu, bernama Ahmed Hujeir, asal Palestina. Hingga kini, Mahmoud telah ditahan selama 10 hari oleh petugas keamanan Libanon dan tengah dirujuk ke Pengadilan Militer. Saat diinterogasi, dengan bangga dan tanpa tekanan, ia mengaku telah mendanai kelompok-kelompok jihad Islam di Suriah.
"Selama proses interogasi, tahanan itu mengaku telah menerima USD 2,2 juta dari Khaled Diab, Qatar Red Crescent (organisasi bulan sabit merah Qatar) dan menyerahkannya kepada seorang seikh Libanon yang diidentifikasi memiliki inisial A.A," menurut laporan al-Akhbar.
Seikh Libanon yang menerima dana bantuan tersebut, kabarnya tinggal di kota Ber Elias, Bekka dan merupakan pemimpin asosiasi yang lebih dikenal dengan nama “Muslims Without Borders.”
Mahmoud dituding membeli 30 pelontar roket dan 300 roket yang kemudian diselundupkan ke Suriah dengan bantuan seorang pria Suriah. Dia juga membeli 100 senjata dan amunisi dari kamp pengungsi Palestina di Ain el-Hilweh dengan harga USD 40 ribu.
Selain itu, dia juga telah memberikan sejumlah uang kepada seorang Sheikh Salafi dari Kota Tripoli untuk mengerahkan pengikutnya melakukan pertempuran melawan Alawit Jabal Mohsen.
(esn)