AS inginkan perundingan yang kredibel dengan Korut

Senin, 17 Juni 2013 - 17:16 WIB
AS inginkan perundingan...
AS inginkan perundingan yang kredibel dengan Korut
A A A
Sindonews.com - Gedung Putih tertarik melakukan negosiasi yang kredibel dengan Korea Utara (Korut), tapi mereka menuntut negara komunis itu untuk mematuhi semua kewajibannya.

Ungkapan itu datang setelah Korut mengusulkan pembicaraan tingkat tinggi dengan AS guna meredakan ketegangan dan mencapai perdamaian, serta keamanan regional di Semenanjung Korea. "Kami ingin memiliki negosiasi yang dapat dipercaya dengan Korut," ungkap Caitlin Hayden, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS.

Hayden mengatakan, AS selalu mengedepankan dialog dan pada kenyataannya juga membuka komunikasi dengan Korut. "Tapi, pembicaraan itu harus menyertakan kewajiban Korut kepada kepada dunia, termasuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB dan berujung pada denuklirisasi," ungkap Hayden.

"Bagaimanapun, Washington tidak akan menilai Korut dari kata-katanya, tapi mengharapkan Korut siap melangkah maju untuk mematuhi kewajibannya," imbuh Hayden.

Seperti diketahui, kemarin, seorang Juru Bicara Komisi Pertahanan Nasional (NDC) Korut dalam sebuah pernyataan khusus mengatakan, "Kami, sebagai negara nuklir, tidak peduli orang lain mengakui atau tidak, mengusulkan pembicaraan tingkat tinggi antara Korut dan Pemerintah AS untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea dan membangun perdamaian dan keamanan regional," ujarnya.

“Denuklirisasi Semenanjung Korea tidak akan pernah menjadi denuklirisasi untuk Utara," lanjut juru bicara itu. "Jika AS benar-benar tertarik untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea dan mengamankan perdamaian dan keamanan di kawasan itu, termasuk daratan AS, tidak harus berbicara tentang mengadakan pembicaraan atau melakukan kontak atas dasar pra-kondisi," lanjutnya.

Usulan mengejutkan Korut ini datang, di tengah belum pastinya pembicaraan tingkat tinggi antara Korut dengan Korea Selatan (Korsel). Sebelumnya, pada 6 Juni lalu, Korut mengusulkan untuk melakukan pembicaraan tingkat menteri dengan Korsel pada 12 Juni. Namun, pembicaraan itu urung terlaksana.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
2 jam yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
3 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
7 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
8 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
9 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
10 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved