PM Hamas terbang ke Mesir untuk bicarakan rekonsiliasi
Sabtu, 15 Juni 2013 - 01:39 WIB
PM Hamas terbang ke Mesir untuk bicarakan rekonsiliasi
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh, pada Jumat (14/6/2013), meninggalkan Jalur Gaza untuk membicarakan rekonsiliasi di Mesir. Demikian dinyatakan Essam Daales, penasehat Haniyeh, seperti dikutip dari Ma’an News.
“Haniyeh akan membahas rekonsiliasi antara gerakan Hamas dan partai Fatah, serta situasi Palestina, dengan kepemimpinan Mesir,” ujar Daales. Pada Jumat ini, pembagian wilayah Palstina di bawah pemerintahan terpisah, Tepi Barat dan Jalur Gaza, memasuki tahun ketujuh.
Pada 14 Juni 2007, Presiden Mahmoud Abbas membubarkan pemerintah persatuan Palestina. Satu hari kemudian, ia menunjuk Salam Fayyad untuk memimpin Otorita Palestina di Tepi Barat. Sementara Hamas mempertahankan kendali atas Jalur Gaza.
Tahun lalu, setelah tercapainya status baru Palestina sebagai Negara Pengamat non Anggota di PBB, Hamas dan Fatah mulai menunjukan tanda-tanda perdamaian. Sinyal positif ini terus berkembang dengan dibukanya Jalur Gaza bagi anggota Fatah.
Sikap serupa juga ditunjukan Fatah. Partai pimpinan Abbas ini mengizinkan Hamas merayakan ulang tahun di wilayah Tepi Barat. Kini, upaya rekonsiliasi terus dilakukan dengan dimotori oleh Pemerintah Mesir. Namun, sejauh ini belum ada hasil memuaskan.
“Haniyeh akan membahas rekonsiliasi antara gerakan Hamas dan partai Fatah, serta situasi Palestina, dengan kepemimpinan Mesir,” ujar Daales. Pada Jumat ini, pembagian wilayah Palstina di bawah pemerintahan terpisah, Tepi Barat dan Jalur Gaza, memasuki tahun ketujuh.
Pada 14 Juni 2007, Presiden Mahmoud Abbas membubarkan pemerintah persatuan Palestina. Satu hari kemudian, ia menunjuk Salam Fayyad untuk memimpin Otorita Palestina di Tepi Barat. Sementara Hamas mempertahankan kendali atas Jalur Gaza.
Tahun lalu, setelah tercapainya status baru Palestina sebagai Negara Pengamat non Anggota di PBB, Hamas dan Fatah mulai menunjukan tanda-tanda perdamaian. Sinyal positif ini terus berkembang dengan dibukanya Jalur Gaza bagi anggota Fatah.
Sikap serupa juga ditunjukan Fatah. Partai pimpinan Abbas ini mengizinkan Hamas merayakan ulang tahun di wilayah Tepi Barat. Kini, upaya rekonsiliasi terus dilakukan dengan dimotori oleh Pemerintah Mesir. Namun, sejauh ini belum ada hasil memuaskan.
(esn)