PM Turki layangkan peringatan terakhir pada demonstran
Kamis, 13 Juni 2013 - 22:21 WIB
PM Turki layangkan peringatan terakhir pada demonstran
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada Kamis (13/6/2013), mengeluarkan "peringatan terakhir" bagi ribuan pengunjuk rasa yang menduduki Taman Gezi di Kota Istanbul. Erdogan meminta demonstran meninggalkan taman itu.
"Kesabaran kami sudah berakhir. Saya menyampaikan peringatan terakhir. Bagi para Ibu dan ayah, mohon menarik anak-anak Anda dari sana (Taman Gezi)," kata Erdogan. Ia menyatakan, aparat akan membersihkan wilayah itu dalam 24 jam ke dapan dari para pembuat onar.
Peringatan itu dilayangkan Erdogan, setelah pemerintah Turki mengusulkan untuk mengadakan referendum di Istanbul guna memutuskan masa depan Taman Gezi. Hingga kini, aksi massa masih terus berlanjut di Taman Gezi dan menyebar ke sejumlah kota di Turki.
Aksi protes di Taman Gezi telah berkembang menjadi demonstrasi anti pemerintah yang telah menyebabkan 5 orang tewas dan ribuan lainnya terluka. Jatuhnya korban jiwa ini menimbulkan kecaman pada sikap aparat Turki dalam menangani aksi protes.
Salah satu yang mengecam adalah Parlemen Eropa. Namun, Erdogan balik mengecam resolusi yang dikeluarkan Parlemen Eropa soal penanganan aparat Turki pada para demonstran. "Saya tidak mengakui keputusan Parlemen Eropa soal kita. Mereka yang mengesahkan resolusi tersebut, mereka harus melihat Yunani, (lihat) protes dan respon polisi di sana," tandas Erdogan.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Turki, Muammer Guler, juga mengeluarkan peringatan bagi pada demonstran anti pemerintah. Menurutnya situasi di Taman Gezi "tidak bisa melanjutkan dengan cara ini." Guler menyatakan, bahwa pemerintah dapat mengambil tindakan utama untuk memindahkan pengunjuk rasa keluar dari Taman Gezi, di mana sekitar 1.000 orang telah melancarkan aksi protes selama 17 hari.
"Kesabaran kami sudah berakhir. Saya menyampaikan peringatan terakhir. Bagi para Ibu dan ayah, mohon menarik anak-anak Anda dari sana (Taman Gezi)," kata Erdogan. Ia menyatakan, aparat akan membersihkan wilayah itu dalam 24 jam ke dapan dari para pembuat onar.
Peringatan itu dilayangkan Erdogan, setelah pemerintah Turki mengusulkan untuk mengadakan referendum di Istanbul guna memutuskan masa depan Taman Gezi. Hingga kini, aksi massa masih terus berlanjut di Taman Gezi dan menyebar ke sejumlah kota di Turki.
Aksi protes di Taman Gezi telah berkembang menjadi demonstrasi anti pemerintah yang telah menyebabkan 5 orang tewas dan ribuan lainnya terluka. Jatuhnya korban jiwa ini menimbulkan kecaman pada sikap aparat Turki dalam menangani aksi protes.
Salah satu yang mengecam adalah Parlemen Eropa. Namun, Erdogan balik mengecam resolusi yang dikeluarkan Parlemen Eropa soal penanganan aparat Turki pada para demonstran. "Saya tidak mengakui keputusan Parlemen Eropa soal kita. Mereka yang mengesahkan resolusi tersebut, mereka harus melihat Yunani, (lihat) protes dan respon polisi di sana," tandas Erdogan.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Turki, Muammer Guler, juga mengeluarkan peringatan bagi pada demonstran anti pemerintah. Menurutnya situasi di Taman Gezi "tidak bisa melanjutkan dengan cara ini." Guler menyatakan, bahwa pemerintah dapat mengambil tindakan utama untuk memindahkan pengunjuk rasa keluar dari Taman Gezi, di mana sekitar 1.000 orang telah melancarkan aksi protes selama 17 hari.
(esn)