2 warga Thailand selatan tewas dalam tiga serangan
Rabu, 12 Juni 2013 - 19:21 WIB
2 warga Thailand selatan tewas dalam tiga serangan
A
A
A
Sindonews.com - Dua warga sipil di Thailand selatan tewas sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka dalam tiga serangan terpisah di Provinsi Pattani, Rabu (12/6/2013).
Menurut laporan, dua orang tewas adalah warga sipil anggota pasukan khusus Pattani 21. Keduanya sedang melakukan patroli dengan berjalan kaki di Distrik Khok Pho dan pria bersenjata tiba-tiba melemparkan granat ke posisi mereka. Mereka menderita luka bakar dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Insiden penyerangan kedua terjadi di Distrik Kapo, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan saat melewati rumah seorang pria berusia 30 tahun. Pria itu tewas seketika, sebab peluru itu menembus dadanya.
Serangan terakhir terjadi di Sukirin Distrik Narathiwat, seorang penyadap getah karet tewas seketika setelah ditembak oleh pria yang tidak dikenal.
Penduduk yang tinggal di Wilayah Selatan Thailand adalah pihak yang paling menderita akibat serangan bom yang dilancarkan oleh gerilyawan.
Pemerintah Thailand mengatakan, serangan yang dilancarkan oleh BRN, sebuah kelompok dari cabang Patani Malay National Revolutionary Front, bertujuan untuk mendapatkan wilayah otonomi yang lebih besar.
Selama ini, BRN adalah salah satu kelompok yang kerap disalahkan oleh Pemerintah Thailand atas terjadinya tindakan kekerasan di wilayah Selatan.
Para analis mengatakan, upaya perdamaian menjadi rumit karena kaum pemberontak Thailand terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok.
Perlawanan sempat memudar pada era 90 dan meningkat kembali sejak 2004 silam. Selama hampir 9 tahun belakangan, lebih dari 5.500 warga tewas dalam serangan yang dilancarkan beberapa kelompok pemberontak di wilayah Selatan Thailand (wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia), di mana mayoritas penduduknya adalah umat muslim.
Menurut laporan, dua orang tewas adalah warga sipil anggota pasukan khusus Pattani 21. Keduanya sedang melakukan patroli dengan berjalan kaki di Distrik Khok Pho dan pria bersenjata tiba-tiba melemparkan granat ke posisi mereka. Mereka menderita luka bakar dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Insiden penyerangan kedua terjadi di Distrik Kapo, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan saat melewati rumah seorang pria berusia 30 tahun. Pria itu tewas seketika, sebab peluru itu menembus dadanya.
Serangan terakhir terjadi di Sukirin Distrik Narathiwat, seorang penyadap getah karet tewas seketika setelah ditembak oleh pria yang tidak dikenal.
Penduduk yang tinggal di Wilayah Selatan Thailand adalah pihak yang paling menderita akibat serangan bom yang dilancarkan oleh gerilyawan.
Pemerintah Thailand mengatakan, serangan yang dilancarkan oleh BRN, sebuah kelompok dari cabang Patani Malay National Revolutionary Front, bertujuan untuk mendapatkan wilayah otonomi yang lebih besar.
Selama ini, BRN adalah salah satu kelompok yang kerap disalahkan oleh Pemerintah Thailand atas terjadinya tindakan kekerasan di wilayah Selatan.
Para analis mengatakan, upaya perdamaian menjadi rumit karena kaum pemberontak Thailand terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok.
Perlawanan sempat memudar pada era 90 dan meningkat kembali sejak 2004 silam. Selama hampir 9 tahun belakangan, lebih dari 5.500 warga tewas dalam serangan yang dilancarkan beberapa kelompok pemberontak di wilayah Selatan Thailand (wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia), di mana mayoritas penduduknya adalah umat muslim.
(esn)