Besok, PM Turki akan temui demonstran anti pemerintah
Selasa, 11 Juni 2013 - 08:00 WIB
Besok, PM Turki akan temui demonstran anti pemerintah
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, berjani akan menemui para pemimpin protes anti-pemerintah pada Rabu (12/6/2013). Hingga kini, aksi demo anti pemerintah telah memasuki hari ke 11.
"Perdana Menteri telah memberi janji untuk beberapa pemimpin kelompok protes ini. Mereka akan diberikan pengarahan mengenai fakta-fakta dan Perdana Menteri kami akan mendengarkan pikiran mereka," kata deputi PM, Bulent Arinc, Senin (10/6/2013).
Sejak dimulai pada 11 hari lalu, aksi protes telah merebak di sejumlah kota besar di Turki, seperti Istanbul, Ankara, dan kota-kota lainnya. Gerakan protes bermunculan, setelah polisi Turki pada akhir Mei lalu bersikap keras dalam menangani aksi demo yang memprotes rencana untuk mengembangkan Taman Gezi di Istanbul.
Sejak itu, hampir 5.000 orang terluka dan tiga orang meninggal. Namun, Erdogan telah merespons keras aksi ini. Ia menyebut para demonstran sebagai "ekstrimis" dan "pengacau". "Demonstrasi ilegal tidak akan diizinkan lagi di Turki," Arinc memperingatkan, setelah lebih dari enam jam pertemuan antara Erdogan dan anggota kabinet.
"Semua orang menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka dalam negara hukum," tambahnya. Tapi, Arinc mengatakan, dia tidak tahu siapa saja pemimpin demonstran anti pemerintah yang akan diundang berdialog dengan Erdogan.
"Perdana Menteri telah memberi janji untuk beberapa pemimpin kelompok protes ini. Mereka akan diberikan pengarahan mengenai fakta-fakta dan Perdana Menteri kami akan mendengarkan pikiran mereka," kata deputi PM, Bulent Arinc, Senin (10/6/2013).
Sejak dimulai pada 11 hari lalu, aksi protes telah merebak di sejumlah kota besar di Turki, seperti Istanbul, Ankara, dan kota-kota lainnya. Gerakan protes bermunculan, setelah polisi Turki pada akhir Mei lalu bersikap keras dalam menangani aksi demo yang memprotes rencana untuk mengembangkan Taman Gezi di Istanbul.
Sejak itu, hampir 5.000 orang terluka dan tiga orang meninggal. Namun, Erdogan telah merespons keras aksi ini. Ia menyebut para demonstran sebagai "ekstrimis" dan "pengacau". "Demonstrasi ilegal tidak akan diizinkan lagi di Turki," Arinc memperingatkan, setelah lebih dari enam jam pertemuan antara Erdogan dan anggota kabinet.
"Semua orang menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka dalam negara hukum," tambahnya. Tapi, Arinc mengatakan, dia tidak tahu siapa saja pemimpin demonstran anti pemerintah yang akan diundang berdialog dengan Erdogan.
(esn)