Pekan depan, Korsel akan berdialog dengan Korut
Jum'at, 07 Juni 2013 - 02:03 WIB
Pekan depan, Korsel akan berdialog dengan Korut
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengaku akan mengadakan dialog tingkat menteri dengan Korea Utara (Korut) pada 12 Juni mendatang. Ini adalah respon terhadap proposal dialog yang dilayangkan Korut.
"(Pemerintah) setuju melakukan perundingan tingkat menteri Utara-Selatan pada 12 Juni di Seoul, dalam rangka untuk menyelesaikan masalah dari Kompleks Industri Kaesong, Gunung Kumgang, dan keluarga yang terpisah," kata Menteri Unifikasi Korsel, Ryoo Kihl-jae dalam jumpa pers, Kamis (6/6/2013).
"Kami positif melihat permintaan Utara hari ini, tak ubahnya apa yang telah berkali-kali usulkan oleh pemerintah kami," kata Kihl-jae, seperti dikutip dari kantor berita Korsel, Yonhap. Sebelumnya, Korsel memang telah berulang kali menyerukan negosiasi untuk membahas pengoperasian kembali zona industri bersama Kaesong. Namun, Korut tak menanggapinya.
Kihl-jae juga menyerukan kepada Korut untuk menghidupkan kembali saluran komunikasi dalam rangka untuk mengadakan persiapan perundingan untuk pembicaraan tingkat menteri pekan depan. "Saya berharap, pembicaraan ini menjadi peluang bagi hubungan antar-Korea untuk mengembangkan sikap saling percaya," lanjutnya.
Kementerian Unifikasi mengatakan dalam pernyataan sebelumnya, bahwa Pemerintah Korsel memandang usulan terbaru Korut itu sebagai hal yang positif. "Kami berharap pembicaraan akan menjadi kesempatan untuk membantu membangun kepercayaan," kata pernyataan itu.
Proposal ini diajukan oleh Komite Korut untuk Reunifikasi Damai Korea (CPRK), dalam sebuah pernyataan khusus yang dikeluarkan oleh juru bicaranya. “Kami mengusulkan mengadakan pembicaraan antara otoritas dari utara dan selatan untuk normalisasi operasi di KIZ,” sebut pernyataan itu.
Korut juga mengusulkan dimulainya kembali tur ke gunung Kumgang untuk memperingati ulang tahun deklarasi bersama kedua Korea yang jatuh pada 15 Juni mendatang. Deklarasi itu dilakukan pada 2000 silam, oleh Presiden Korsel saat itu, Kim Dae-jung dan Pemimpin Korut, Kim Jong Il.
Deklarasi ini menyebabkan masa pemulihan hubungan antara kedua belah pihak, yang melihat kerjasama bilateral skala besar dan promosi hubungan ekonomi. Dalam proposal tersebut, Korut juga kembali mengusulkan untuk merayakan HUT deklarasi secara bersama-sama.
"(Pemerintah) setuju melakukan perundingan tingkat menteri Utara-Selatan pada 12 Juni di Seoul, dalam rangka untuk menyelesaikan masalah dari Kompleks Industri Kaesong, Gunung Kumgang, dan keluarga yang terpisah," kata Menteri Unifikasi Korsel, Ryoo Kihl-jae dalam jumpa pers, Kamis (6/6/2013).
"Kami positif melihat permintaan Utara hari ini, tak ubahnya apa yang telah berkali-kali usulkan oleh pemerintah kami," kata Kihl-jae, seperti dikutip dari kantor berita Korsel, Yonhap. Sebelumnya, Korsel memang telah berulang kali menyerukan negosiasi untuk membahas pengoperasian kembali zona industri bersama Kaesong. Namun, Korut tak menanggapinya.
Kihl-jae juga menyerukan kepada Korut untuk menghidupkan kembali saluran komunikasi dalam rangka untuk mengadakan persiapan perundingan untuk pembicaraan tingkat menteri pekan depan. "Saya berharap, pembicaraan ini menjadi peluang bagi hubungan antar-Korea untuk mengembangkan sikap saling percaya," lanjutnya.
Kementerian Unifikasi mengatakan dalam pernyataan sebelumnya, bahwa Pemerintah Korsel memandang usulan terbaru Korut itu sebagai hal yang positif. "Kami berharap pembicaraan akan menjadi kesempatan untuk membantu membangun kepercayaan," kata pernyataan itu.
Proposal ini diajukan oleh Komite Korut untuk Reunifikasi Damai Korea (CPRK), dalam sebuah pernyataan khusus yang dikeluarkan oleh juru bicaranya. “Kami mengusulkan mengadakan pembicaraan antara otoritas dari utara dan selatan untuk normalisasi operasi di KIZ,” sebut pernyataan itu.
Korut juga mengusulkan dimulainya kembali tur ke gunung Kumgang untuk memperingati ulang tahun deklarasi bersama kedua Korea yang jatuh pada 15 Juni mendatang. Deklarasi itu dilakukan pada 2000 silam, oleh Presiden Korsel saat itu, Kim Dae-jung dan Pemimpin Korut, Kim Jong Il.
Deklarasi ini menyebabkan masa pemulihan hubungan antara kedua belah pihak, yang melihat kerjasama bilateral skala besar dan promosi hubungan ekonomi. Dalam proposal tersebut, Korut juga kembali mengusulkan untuk merayakan HUT deklarasi secara bersama-sama.
(esn)