Serangan bom di Irak tewaskan 27 orang
Kamis, 30 Mei 2013 - 07:00 WIB
Serangan bom di Irak tewaskan 27 orang
A
A
A
Sindonews.com – Bom mobil dan bom rakitan yang menghantam distrik Muslim Sunni Irak di Kota Baghdad, Rabu (29/5/201), menewaskan sedikitnya 27 orang. Jumlah korban tewas ini menambah panjang daftar nyawa yang melayang sepanjang Mei ini.
Seperti dilaporkan Reuters, dua bom mobil dan bom pinggir jalan meledak di dekat pasar yang sibuk, di sebelah barat daya dan barat Baghdad pada Rabu malam waktu setempat. Ledakan bom ini menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai 72 lainnya.
Sementara dua bom yang ditanam di pinggir jalan juga meledak di luar sebuah stadion olahraga di kota Baquba, sekitar 50 km timur laut Baghdad. Ledakan ini menewaskan dua pemain sepak bola dan melukai sembilan orang lainnya.
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sejak awal tahun ini, aksi kekerasan kian meningkat di sejumlah wilayah di Irak, meski jumlah korban masih di bawah puncak pertikaian sektarian di negara itu pada 2006 dan 2007 silam.
Hingga kini, dilaporkan 534 orang telah tewas dan 1.300 terluka. Jumlah ini membuat Mei menjadi bulan paling mematikan dalam kurun satu tahun terakhir. Besarnya jumlah korban tewas telah menimbulkan rasa prihatin dari berbagai pihak.
"Saya sekali lagi mendesak semua pemimpin Irak untuk melakukan segala kemungkinan guna melindungi warga sipil Irak. Ini adalah tanggung jawab mereka, untuk menghentikan pertumpahan darah," kata utusan PBB Martin Kobler dalam sebuah pernyataan.
"Ini adalah tanggung jawab para politisi untuk segera bertindak dan untuk terlibat dalam dialog guna menyelesaikan kebuntuan politik dan tidak membiarkan teroris mengambil keuntungan dari perbedaan politik mereka," lanjutnya.
Seperti dilaporkan Reuters, dua bom mobil dan bom pinggir jalan meledak di dekat pasar yang sibuk, di sebelah barat daya dan barat Baghdad pada Rabu malam waktu setempat. Ledakan bom ini menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai 72 lainnya.
Sementara dua bom yang ditanam di pinggir jalan juga meledak di luar sebuah stadion olahraga di kota Baquba, sekitar 50 km timur laut Baghdad. Ledakan ini menewaskan dua pemain sepak bola dan melukai sembilan orang lainnya.
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sejak awal tahun ini, aksi kekerasan kian meningkat di sejumlah wilayah di Irak, meski jumlah korban masih di bawah puncak pertikaian sektarian di negara itu pada 2006 dan 2007 silam.
Hingga kini, dilaporkan 534 orang telah tewas dan 1.300 terluka. Jumlah ini membuat Mei menjadi bulan paling mematikan dalam kurun satu tahun terakhir. Besarnya jumlah korban tewas telah menimbulkan rasa prihatin dari berbagai pihak.
"Saya sekali lagi mendesak semua pemimpin Irak untuk melakukan segala kemungkinan guna melindungi warga sipil Irak. Ini adalah tanggung jawab mereka, untuk menghentikan pertumpahan darah," kata utusan PBB Martin Kobler dalam sebuah pernyataan.
"Ini adalah tanggung jawab para politisi untuk segera bertindak dan untuk terlibat dalam dialog guna menyelesaikan kebuntuan politik dan tidak membiarkan teroris mengambil keuntungan dari perbedaan politik mereka," lanjutnya.
(esn)