Lagi, serangan bom terjadi di Benghazi
Kamis, 30 Mei 2013 - 01:54 WIB
Lagi, serangan bom terjadi di Benghazi
A
A
A
Sindonews.com – Penyerang tak dikenal dilaporkan telah melemparkan bom di sebuah pos pemeriksaan militer di Kota Benghazi, Libya timur, Rabu (29/5/2013) pagi. Seperti dilaporkan Reuters, insiden ini menewaskan tiga tentara dan melukai tiga orang lainnya.
"Di malam hari, para penyerang tak dikenal di yang mengendarai mobil Chevrolet hitam melemparkan bahan peledak ketika mereka melewati sebuah patroli militer di salah satu bundaran kota," kata satu sumber di Kepolisian Libya.
"Tidak ada penembakan. Setelah melakukan aksinya, mereka kemudian hanya melarikan diri," lanjut sumber itu. Abdullah al-Shaafi, Juru Bicara keamanan Benghazi menegaskan tiga tentara tewas dan tiga orang lainnya terluka dalam serangan itu.
Serangan itu adalah yang terbaru dalam gelombang kekerasan terhadap pasukan keamanan di kota yang menjadi tempat lahir pemberontakan melawan mantan diktator Libya, Muammar Khaddafi pada 2011 silam.
Serangan terhadap kantor dan patroli polisi sering terjadi di kota itu. Saat ini, Benghazi telah menjadi ajang perebutan kekuasaan antara faksi-faksi Islam bersenjata. Hampir dua tahun setelah Khaddafi digulingkan, pemerintah Tripoli masih berjuang untuk menerapkan kewenangan di sejumlah wilayah di Libya.
"Di malam hari, para penyerang tak dikenal di yang mengendarai mobil Chevrolet hitam melemparkan bahan peledak ketika mereka melewati sebuah patroli militer di salah satu bundaran kota," kata satu sumber di Kepolisian Libya.
"Tidak ada penembakan. Setelah melakukan aksinya, mereka kemudian hanya melarikan diri," lanjut sumber itu. Abdullah al-Shaafi, Juru Bicara keamanan Benghazi menegaskan tiga tentara tewas dan tiga orang lainnya terluka dalam serangan itu.
Serangan itu adalah yang terbaru dalam gelombang kekerasan terhadap pasukan keamanan di kota yang menjadi tempat lahir pemberontakan melawan mantan diktator Libya, Muammar Khaddafi pada 2011 silam.
Serangan terhadap kantor dan patroli polisi sering terjadi di kota itu. Saat ini, Benghazi telah menjadi ajang perebutan kekuasaan antara faksi-faksi Islam bersenjata. Hampir dua tahun setelah Khaddafi digulingkan, pemerintah Tripoli masih berjuang untuk menerapkan kewenangan di sejumlah wilayah di Libya.
(esn)