Yaman minta bantuan AS untuk bangun pusat rehabilitasi
Kamis, 30 Mei 2013 - 00:33 WIB
Yaman minta bantuan AS untuk bangun pusat rehabilitasi
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Hak Asasi Manusia Yaman, Houriah Mashhour, meminta bantuan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Arab Teluk untuk mendanai pusat rehabilitasi yang memerlukan dana USD20 juta. Pusat rehabilitasi ini akan digunakan untuk menampung warga Yaman yang dibebaskan dari penjara Guantanamo.
Menurut Pemerintah Yaman, agar para tahanan itu tak kembali melakukan kegiatan militan, maka mereka perlu direhabilitasi. “Para tahanan yang dibebaskan dari Guantanamo akan direhabilitasi dan diintegrasikan kembali ke masyarakat,” kata Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (29/5/2013).
Untuk tujuan ini, Pemerintah Yaman telah menyetujui rencana untuk membangun fasilitas rehabilitasi dengan biaya antara USD18 -20 juta. “Dukungan keuangan yang ditawarkan AS ke Yaman, tidak akan lebih dari pengeluaran untuk mempertahankan penjara Guantanamo," ujar Mashhour.
Dia juga mengimbau negara kaya di Teluk Arab untuk ikut membantu upaya ini. Yaman adalah salah satu negara paling miskin di kawasan ini dan rumah bagi salah satu jaringan aktif Al Qaeda di Semenanjung Arab.
Pekan lalu, Presiden AS Barack Obama berjanji untuk mencabut larangan transfer narapidana Guantanamo untuk kembali ke Yaman. Dari 86 tahanan yang telah dibebaskan dari Guantanamo, 56 di antaranya berasal dari Yaman. Sementara 80 tahanan lain yang belum dibebaskan, beberapa di antaranya juga berasal dari Yaman.
Menurut Pemerintah Yaman, agar para tahanan itu tak kembali melakukan kegiatan militan, maka mereka perlu direhabilitasi. “Para tahanan yang dibebaskan dari Guantanamo akan direhabilitasi dan diintegrasikan kembali ke masyarakat,” kata Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (29/5/2013).
Untuk tujuan ini, Pemerintah Yaman telah menyetujui rencana untuk membangun fasilitas rehabilitasi dengan biaya antara USD18 -20 juta. “Dukungan keuangan yang ditawarkan AS ke Yaman, tidak akan lebih dari pengeluaran untuk mempertahankan penjara Guantanamo," ujar Mashhour.
Dia juga mengimbau negara kaya di Teluk Arab untuk ikut membantu upaya ini. Yaman adalah salah satu negara paling miskin di kawasan ini dan rumah bagi salah satu jaringan aktif Al Qaeda di Semenanjung Arab.
Pekan lalu, Presiden AS Barack Obama berjanji untuk mencabut larangan transfer narapidana Guantanamo untuk kembali ke Yaman. Dari 86 tahanan yang telah dibebaskan dari Guantanamo, 56 di antaranya berasal dari Yaman. Sementara 80 tahanan lain yang belum dibebaskan, beberapa di antaranya juga berasal dari Yaman.
(esn)