Korut kembali desak Korsel rayakan bersama peringatan deklarasi
Selasa, 28 Mei 2013 - 23:57 WIB
Korut kembali desak Korsel rayakan bersama peringatan deklarasi
A
A
A
Sindonews.com – Korea Utara (Korut) mendesak Pemerintah Korea Selatan (Korsel) untuk mengizinkan organisasi swasta Korsel untuk berpartisipasi dalam acara peringatan deklarasi kedua Korea, yang menginjak tahun ke 13.
Desakan ini dilontarkan Korut, satu hari setelah Pemerintah Korsel menolak usulan untuk bersama-sama memperingati HUT deklarasi yang jatuh pada 15 Juni mendatang. Korut juga menawarkan pada Korsel untuk memulai dialog tentang Zona Industri bersama Kaesong.
"Jika Pemerintah Korsel prihatin tentang kontradiksi antara Korea, mereka dapat mengambil bagian dalam acara reunifikasi," kata seorang juru bicara untuk Komite Reunifikasi Damai Korea.
"Pemerintah Korsel tidak perlu khawatir tentang keselamatan mereka," kata juru bicara yang tidak disebutkan namanya, seperti dilaporkan KCNA. Dia mengatakan, bahwa "untuk merasa yakin," Korsel dapat mengirim anggota Komite untuk Operasi Zona Industri Kaesong yang terdiri dari para pengusaha.
Juru bicara itu membuat proposal untuk menanggapi pernyataan Pemerintah Korsel, yang menyebut jika Korut benar-benar ingin meningkatkan hubungan antar-Korea, maka mereka harus memulai dialog dengan pemerintah untuk membangun kepercayaan.
Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan pada awal pekan ini, bahwa Pyongyang tidak harus mencoba untuk membangkitkan perselisihan internal di dalam Korsel, dengan menyerukan pertemuan bersama yang melibatkan organisasi swasta yang tidak memiliki wewenang untuk menyelesaikan masalah luar biasa yang hanya dapat ditangani di tingkat pemerintah.
Desakan ini dilontarkan Korut, satu hari setelah Pemerintah Korsel menolak usulan untuk bersama-sama memperingati HUT deklarasi yang jatuh pada 15 Juni mendatang. Korut juga menawarkan pada Korsel untuk memulai dialog tentang Zona Industri bersama Kaesong.
"Jika Pemerintah Korsel prihatin tentang kontradiksi antara Korea, mereka dapat mengambil bagian dalam acara reunifikasi," kata seorang juru bicara untuk Komite Reunifikasi Damai Korea.
"Pemerintah Korsel tidak perlu khawatir tentang keselamatan mereka," kata juru bicara yang tidak disebutkan namanya, seperti dilaporkan KCNA. Dia mengatakan, bahwa "untuk merasa yakin," Korsel dapat mengirim anggota Komite untuk Operasi Zona Industri Kaesong yang terdiri dari para pengusaha.
Juru bicara itu membuat proposal untuk menanggapi pernyataan Pemerintah Korsel, yang menyebut jika Korut benar-benar ingin meningkatkan hubungan antar-Korea, maka mereka harus memulai dialog dengan pemerintah untuk membangun kepercayaan.
Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan pada awal pekan ini, bahwa Pyongyang tidak harus mencoba untuk membangkitkan perselisihan internal di dalam Korsel, dengan menyerukan pertemuan bersama yang melibatkan organisasi swasta yang tidak memiliki wewenang untuk menyelesaikan masalah luar biasa yang hanya dapat ditangani di tingkat pemerintah.
(esn)