Iran kecam keputusan UE cabut embargo senjata Suriah
Selasa, 28 Mei 2013 - 23:44 WIB
Iran kecam keputusan UE cabut embargo senjata Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Iran mengecam keputusan Uni Eropa (UE) yang mencabut embargo senjata terhadap Suriah. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyebut langkah ini sebagai tindakan "tergesa-gesa dan berbahaya."
Berbicara kepada wartawan dalam briefing mingguan, Selasa (28/5/2013), Araqchi mengatakan, tindakan ini akan memperumit krisis di Suriah dan menghambat upaya-upaya diplomatik untuk menemukan solusi politik atas konflik di negara itu.
Araqchi mengatakan, dialog politik adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri krisis di negara Arab itu. Ia juga menegaskan, bahwa Iran siap untuk membantu menyelesaikan masalah Suriah lewat jalur diplomatis.
Sebelumnya, UE telah menyatakan mencabut embargo senjata terhadap Suriah. Hal ini dilakukan agar UE bisa memberikan bantuan senjata pada pemberontak Suriah guna menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad. Namun, belum ada satu pun negara anggota UE yang telah menjadwalkan pengiriman senjata bagi kaum pemberontak Suriah.
Sementara mengenai sebuah konferensi tentang Suriah yang akan dihelat di Kota Teheran pada Rabu (29/5/2013), Araqchi menyatakan kalau konferensi itu akan dihadiri perwakilan dari 40 negara. Konferensi ini dilangsungkan, di tengah upaya Amerika Serikat dan Rusia untuk menggelar konferensi serupa.
Selama ini, Iran adalah sekutu utama regional dari Pemerintah Suriah. Pemerintah Iran juga sudah berulangkali menekankan dukungan untuk tercapainya solusi politik guna mengakhiri krisis Suriah.
Berbicara kepada wartawan dalam briefing mingguan, Selasa (28/5/2013), Araqchi mengatakan, tindakan ini akan memperumit krisis di Suriah dan menghambat upaya-upaya diplomatik untuk menemukan solusi politik atas konflik di negara itu.
Araqchi mengatakan, dialog politik adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri krisis di negara Arab itu. Ia juga menegaskan, bahwa Iran siap untuk membantu menyelesaikan masalah Suriah lewat jalur diplomatis.
Sebelumnya, UE telah menyatakan mencabut embargo senjata terhadap Suriah. Hal ini dilakukan agar UE bisa memberikan bantuan senjata pada pemberontak Suriah guna menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad. Namun, belum ada satu pun negara anggota UE yang telah menjadwalkan pengiriman senjata bagi kaum pemberontak Suriah.
Sementara mengenai sebuah konferensi tentang Suriah yang akan dihelat di Kota Teheran pada Rabu (29/5/2013), Araqchi menyatakan kalau konferensi itu akan dihadiri perwakilan dari 40 negara. Konferensi ini dilangsungkan, di tengah upaya Amerika Serikat dan Rusia untuk menggelar konferensi serupa.
Selama ini, Iran adalah sekutu utama regional dari Pemerintah Suriah. Pemerintah Iran juga sudah berulangkali menekankan dukungan untuk tercapainya solusi politik guna mengakhiri krisis Suriah.
(esn)