Tak pedulikan AS, bulan depan Erdogan akan kunjungi Gaza
Selasa, 23 April 2013 - 20:34 WIB
Tak pedulikan AS, bulan depan Erdogan akan kunjungi Gaza
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengabarkan bahwa dia tidak akan mengubah rencana untuk melakukan kunjungan ke Jalur Gaza dan akan tetap melakukan kunjungan pada Mei mendatang, meskipun pemerintah Amerika Serikat (AS) sebelumnya telah meminta agar Erdogan menunda rencana tersebut.
"Tidak ada pertanyaan untuk menunda perjalanan ini," ungkap Erdogan di stasiun Tv Turki.
Erdogan sebelumnya mengatakan, bahwa tanggal pasti kunjunganya ke Gaza akab diumumkan setelah dia melakukan kunjungan kenegaraan ke Gedung Putih untuk bertemu dengan Presiden AS, Barack Obama pada 16 mei mendatang.
Washington sebelumnya mendesak Erdogan menunda kunjungan ke Palestina. Sebab, AS khawatir kalau kunjungan tersebut akan menghambat upaya AS untuk menghidupkan kembali proses perdamian Palestina-Israel. Desakan tersebut disampaikan oleh John Kerry, Menteri Luar Negeri AS dalam kunjunganya akhir pekan kemarin ke Istanbul, Turki.
"Ini adalah perkiraan yang konstruktif, kami berfikir bahwa penundaan tersebut memang benar-benar penting untuk menurunkan tingkat ketegangan," ungkap Kerry.
Namun, Erdogan melemparkan sebuah komentar balik. "Kami berharap mereka tidak mengungkapkan kata-kata tersebut," ungkap Erdogan.
Wakil Perdana Menteri Turki, Bulent Arinc mengatakan, pemerintah Turki sangat kecewa dengan komentar yag dibuat Kerry. "Pernyataan yang dilontarkan Kerry secara diplomatis sangat tidat benar," ungkap Arinc. "Keputusan itu terserah pada Perdana Menteri ataupun pejabat Turki, kapan mereka akan melakukan sebuah kunjungan," imbuhnya
"Tidak ada pertanyaan untuk menunda perjalanan ini," ungkap Erdogan di stasiun Tv Turki.
Erdogan sebelumnya mengatakan, bahwa tanggal pasti kunjunganya ke Gaza akab diumumkan setelah dia melakukan kunjungan kenegaraan ke Gedung Putih untuk bertemu dengan Presiden AS, Barack Obama pada 16 mei mendatang.
Washington sebelumnya mendesak Erdogan menunda kunjungan ke Palestina. Sebab, AS khawatir kalau kunjungan tersebut akan menghambat upaya AS untuk menghidupkan kembali proses perdamian Palestina-Israel. Desakan tersebut disampaikan oleh John Kerry, Menteri Luar Negeri AS dalam kunjunganya akhir pekan kemarin ke Istanbul, Turki.
"Ini adalah perkiraan yang konstruktif, kami berfikir bahwa penundaan tersebut memang benar-benar penting untuk menurunkan tingkat ketegangan," ungkap Kerry.
Namun, Erdogan melemparkan sebuah komentar balik. "Kami berharap mereka tidak mengungkapkan kata-kata tersebut," ungkap Erdogan.
Wakil Perdana Menteri Turki, Bulent Arinc mengatakan, pemerintah Turki sangat kecewa dengan komentar yag dibuat Kerry. "Pernyataan yang dilontarkan Kerry secara diplomatis sangat tidat benar," ungkap Arinc. "Keputusan itu terserah pada Perdana Menteri ataupun pejabat Turki, kapan mereka akan melakukan sebuah kunjungan," imbuhnya
(esn)