AS tak bisa menerima pra syarat yang diajukan Korut
Jum'at, 19 April 2013 - 01:59 WIB
AS tak bisa menerima pra syarat yang diajukan Korut
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry menegaskan, pra syarat yang diajukan Korea Utara (Korut) agar terciptanya perundingan antara AS dan Korut, sebagai hal yang tidak dapat diterima.
“Itu adalah kata pertama soal perundingan yang kami dengar dari mereka sejak semua (ketegangan) ini dimulai. Jadi, saya harus melihatnya sebagai hal yang tidak dapat diterima dan kita harus pergi lebih jauh,” kata Kerry, Kamis (18/4/2013).
Pra syarat yang diajukan Korut itu adalah, AS dan Korsel harus menghentikan latihan perang nuklir dan Dewan Keamanan (DK) PBB harus membatalkan penjatuhan sanksi terhadap Korut.
Negara komunis itu juga menyatakan, bahwa dialog tidak akan terealisasi sebelum AS dan Korsel mengungkapkan kepada seluruh dunia, bahwa mereka tidak akan mengumbar ancaman, apalagi melakukan latihan peranga nuklir yang menargetkan Pyongyang.
Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest juga menekankan kepada wartawan di pesawat Air Force One, bahwa Korut harus menunjukkan sikap serius untuk kembali ke meja perundingan. "Kami terbuka untuk negosiasi yang kredibel dengan Korut. Tapi, kita juga perlu melihat beberapa bukti yang jelas, bahwa Korut sendiri bersedia untuk memenuhi kewajiban internasional mereka," katanya.
“Pyongyang harus menunjukkan komitmen mereka untuk mengakhiri program nuklir, sesuatu yang telah mereka janjikan di masa lalu. Dan, sejauh ini kita belum melihat hal itu,” lanjutnya.
“Itu adalah kata pertama soal perundingan yang kami dengar dari mereka sejak semua (ketegangan) ini dimulai. Jadi, saya harus melihatnya sebagai hal yang tidak dapat diterima dan kita harus pergi lebih jauh,” kata Kerry, Kamis (18/4/2013).
Pra syarat yang diajukan Korut itu adalah, AS dan Korsel harus menghentikan latihan perang nuklir dan Dewan Keamanan (DK) PBB harus membatalkan penjatuhan sanksi terhadap Korut.
Negara komunis itu juga menyatakan, bahwa dialog tidak akan terealisasi sebelum AS dan Korsel mengungkapkan kepada seluruh dunia, bahwa mereka tidak akan mengumbar ancaman, apalagi melakukan latihan peranga nuklir yang menargetkan Pyongyang.
Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest juga menekankan kepada wartawan di pesawat Air Force One, bahwa Korut harus menunjukkan sikap serius untuk kembali ke meja perundingan. "Kami terbuka untuk negosiasi yang kredibel dengan Korut. Tapi, kita juga perlu melihat beberapa bukti yang jelas, bahwa Korut sendiri bersedia untuk memenuhi kewajiban internasional mereka," katanya.
“Pyongyang harus menunjukkan komitmen mereka untuk mengakhiri program nuklir, sesuatu yang telah mereka janjikan di masa lalu. Dan, sejauh ini kita belum melihat hal itu,” lanjutnya.
(esn)