Inggris akan tarik pasukannya dari Afghanistan melalui Tajikistan
Kamis, 18 April 2013 - 23:47 WIB
Inggris akan tarik pasukannya dari Afghanistan melalui Tajikistan
A
A
A
Sindonews.com – Inggris dan Tajikistan menandatangani kesepakatan mengenai transportasi peralatan dan personel militer Inggris yang akan ditarik keluar dari Afghanistan.
Kementerian Luar Negeri Tajikistan mengatakan, Kamis (18/4/2013), kesepakatan tersebut memberikan prosedur untuk transit peralatan militer dan personel dari kontingen militer Inggris melalui wilayah Tajikistan.
Dokumen ini ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Tajikistan, Khamrokhon Zarifi dan Robin Ord-Smith, Duta Besar Britania Raya di Dushanbe.
Pada tahun ini, Inggris akan menarik sekitar 3.800 tentara. Sedangkan pada 2014 mendatang akan ditarik keluar 5.200 personel, 11 ribu container, properti, dan 3.000 kendaraan lapis baja dari Afghanistan.
Penarikan mundur pasukan asing dari Afghanistan telah menimbulkan kekhawatiran soal keamanan negara itu pasca tak adanya kekuatan pasukan koalisi pimpinan NATO. Banyak kalangan khawatir, Afghanistan akan kembali berada dalam belenggu kekerasan.
Namun, baik Presiden Afghanistan Hamid Karzai maupun kalangan militer negara itu merasa yakin, bahwa mereka bisa mengemban tanggung jawab keamanan yang ditinggalkan pasukan koalisi.
Kementerian Luar Negeri Tajikistan mengatakan, Kamis (18/4/2013), kesepakatan tersebut memberikan prosedur untuk transit peralatan militer dan personel dari kontingen militer Inggris melalui wilayah Tajikistan.
Dokumen ini ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Tajikistan, Khamrokhon Zarifi dan Robin Ord-Smith, Duta Besar Britania Raya di Dushanbe.
Pada tahun ini, Inggris akan menarik sekitar 3.800 tentara. Sedangkan pada 2014 mendatang akan ditarik keluar 5.200 personel, 11 ribu container, properti, dan 3.000 kendaraan lapis baja dari Afghanistan.
Penarikan mundur pasukan asing dari Afghanistan telah menimbulkan kekhawatiran soal keamanan negara itu pasca tak adanya kekuatan pasukan koalisi pimpinan NATO. Banyak kalangan khawatir, Afghanistan akan kembali berada dalam belenggu kekerasan.
Namun, baik Presiden Afghanistan Hamid Karzai maupun kalangan militer negara itu merasa yakin, bahwa mereka bisa mengemban tanggung jawab keamanan yang ditinggalkan pasukan koalisi.
(esn)