Venezuela mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB
Kamis, 18 April 2013 - 23:28 WIB
Venezuela mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Venezuela mendukung upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB. Demikian dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Venezuela, Elias Jaua, Rabu (17/4/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
"Kami akan terus berjuang untuk negara Palestina agar bisa menjadi anggota penuh di PBB," tegas Jaua dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Palestina, Riad Al-Maliki.
“Itu adalah warisan yang diwarisi dari Presiden Venezuela, Hugo Chavez, untuk melanjutkan perjuangan guna kepentingan rakyat Palestina,” lanjutnya.
Sebelumnya pada hari itu, Kementerian Luar Negeri Venezuela membentuk komite di kantor pusatnya di Caracas, yang ditujukan untuk membela hak-hak rakyat Palestina.
Sementara itu, Al-Maliki menyoroti perkembangan hubungan bilateral antara kedua belah pihak. Ia mengatakan, Venezuela akan menjadi "pintu yang memancar kebenaran" untuk Palestina.
"Hari ini kita dapat mengatakan, bahwa cahaya pembebas ini berasal dari keinginan yang tulus untuk berbagi kebebasan, yang telah diintegrasikan ke dalam negara-negara kawasan Karibia," kata Al-Maliki.
Saat ini, Palestina bestatus negara pengamat non anggota di PBB. Status yang juga disandang oleh Vatikan. Status ini didapat Palestina pada tahun lalu, pencapaian yang membuat Israel murka dan melakukan sejumlah langkah untuk kian menekan Palestina.
"Kami akan terus berjuang untuk negara Palestina agar bisa menjadi anggota penuh di PBB," tegas Jaua dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Palestina, Riad Al-Maliki.
“Itu adalah warisan yang diwarisi dari Presiden Venezuela, Hugo Chavez, untuk melanjutkan perjuangan guna kepentingan rakyat Palestina,” lanjutnya.
Sebelumnya pada hari itu, Kementerian Luar Negeri Venezuela membentuk komite di kantor pusatnya di Caracas, yang ditujukan untuk membela hak-hak rakyat Palestina.
Sementara itu, Al-Maliki menyoroti perkembangan hubungan bilateral antara kedua belah pihak. Ia mengatakan, Venezuela akan menjadi "pintu yang memancar kebenaran" untuk Palestina.
"Hari ini kita dapat mengatakan, bahwa cahaya pembebas ini berasal dari keinginan yang tulus untuk berbagi kebebasan, yang telah diintegrasikan ke dalam negara-negara kawasan Karibia," kata Al-Maliki.
Saat ini, Palestina bestatus negara pengamat non anggota di PBB. Status yang juga disandang oleh Vatikan. Status ini didapat Palestina pada tahun lalu, pencapaian yang membuat Israel murka dan melakukan sejumlah langkah untuk kian menekan Palestina.
(esn)