Serangan udara militer Suriah tewaskan 12 bocah
Senin, 15 April 2013 - 00:48 WIB
Serangan udara militer Suriah tewaskan 12 bocah
A
A
A
Sindonews.com – Lagi-lagi perang saudara di Suriah menelan korban tak berdosa. Dilaporkan, 12 orang anak menjadi korban tewas akibat dua serangan udara yang dilakukan oleh militer Suriah pendukung rezim Presiden Bashar al-Assad, Minggu (14/4/2013).
Serangan udara itu masing-masing menimpa sebuah desa Kurdi di timur laut Suriah dan yang lainnya sebuah menghantam sebuah distrik di Kota Damaskus, demikian dilaporkan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
"Enam belas orang tewas, setelah jet tempur menyerang Desa Haddad, yang dihuni oleh etnis Kurdi. Di antara korban tewas itu, termasuk setidaknya tiga anak dan dua perempuan," kata laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Di tempat lain, para aktivis menuduh rezim Pemerintah Suriah telah menghancurkan menara Masjid Omari yang bersejarah di selatan Daraa. Lokasi ini memang diyakini oleh pasukan Pemerintah Suriah, sebagai basis kaum pemberontak.
Video rekaman yang diunggah di YouTube menunjukkan kondisi setelah terjadinya serangan di Provinsi Hasakeh. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah wanita membawa anak-anak dari rumah yang rusak. Sementara dalam video lainnya, yang juga diunggah oleh kaum aktivis ke YouTube, terlihat setidaknya tujuan jenazah anak kecil dalam kantong mayat warna biru.
Serangan udara itu masing-masing menimpa sebuah desa Kurdi di timur laut Suriah dan yang lainnya sebuah menghantam sebuah distrik di Kota Damaskus, demikian dilaporkan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
"Enam belas orang tewas, setelah jet tempur menyerang Desa Haddad, yang dihuni oleh etnis Kurdi. Di antara korban tewas itu, termasuk setidaknya tiga anak dan dua perempuan," kata laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Di tempat lain, para aktivis menuduh rezim Pemerintah Suriah telah menghancurkan menara Masjid Omari yang bersejarah di selatan Daraa. Lokasi ini memang diyakini oleh pasukan Pemerintah Suriah, sebagai basis kaum pemberontak.
Video rekaman yang diunggah di YouTube menunjukkan kondisi setelah terjadinya serangan di Provinsi Hasakeh. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah wanita membawa anak-anak dari rumah yang rusak. Sementara dalam video lainnya, yang juga diunggah oleh kaum aktivis ke YouTube, terlihat setidaknya tujuan jenazah anak kecil dalam kantong mayat warna biru.
(esn)