Menlu AS: Kesalahan besar jika Korut luncurkan rudal
Sabtu, 13 April 2013 - 00:57 WIB
Menlu AS: Kesalahan besar jika Korut luncurkan rudal
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry memperingatkan Korea Utara (Korut), bahwa akan menjadi sebuah “kesalahan besar" jika negara komunis itu meluncurkan rudal jarak menengah mereka.
Menurut Kerry, jika Pemimpin Korut Kim Jong-un memutuskan untuk meluncurkan rudal, maka ia dengan sengaja mengabaikan kekhawatiran seluruh masyarakat internasional.
"Saya akan mengatakan, bahwa itu adalah kesalahan besar baginya, jika ia memilih untuk melakukan itu. Sebab, hal itu akan semakin mengisolasi negaranya dan selanjutnya mengisolasi warga Korut yang saat ini tengah putus asa karena kekurangan makanan,” jelas Kerry, Jumat (12/4/2013), seperti dikutip dari Reuters.
Pernyataan ini disampaikan Kerry saat mengunjungi Korea Selatan (Korsel). Lawatan ke Korsel ini adalah kunjungan pertama Kerry setelah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS. Selain Korsel, Kerry juga dijadwalkan mengunjungi China dan Jepang.
Saat ini, situasi di Semenanjung Korea memang memanas. Korut telah beberapa kali mengeluarkan ancaman terhadap Korsel dan AS, setelah negara komunis itu dijatuhi sanksi baru oleh PBB. Sanksi baru ini dijatuhkan, karena Korut kembali melakukan uji coba nuklir pada 12 Februari silam.
Selain menebar ancaman, Korut juga sudah mengeluarkan peringatan bagi staf diplomatik dan perwakilan asing di Pyongyang, serta peringatan bagi warga asing yang berada di Korsel. Peringatan itu berisi imbauan agar warga asing meninggalkan Korsel, karena perang bisa meletus setiap saat. Sementara staf diplomatik negara-negara sing di Pyongyang, di minta untuk mempertimbangkan evakuasi.
Menurut Kerry, jika Pemimpin Korut Kim Jong-un memutuskan untuk meluncurkan rudal, maka ia dengan sengaja mengabaikan kekhawatiran seluruh masyarakat internasional.
"Saya akan mengatakan, bahwa itu adalah kesalahan besar baginya, jika ia memilih untuk melakukan itu. Sebab, hal itu akan semakin mengisolasi negaranya dan selanjutnya mengisolasi warga Korut yang saat ini tengah putus asa karena kekurangan makanan,” jelas Kerry, Jumat (12/4/2013), seperti dikutip dari Reuters.
Pernyataan ini disampaikan Kerry saat mengunjungi Korea Selatan (Korsel). Lawatan ke Korsel ini adalah kunjungan pertama Kerry setelah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS. Selain Korsel, Kerry juga dijadwalkan mengunjungi China dan Jepang.
Saat ini, situasi di Semenanjung Korea memang memanas. Korut telah beberapa kali mengeluarkan ancaman terhadap Korsel dan AS, setelah negara komunis itu dijatuhi sanksi baru oleh PBB. Sanksi baru ini dijatuhkan, karena Korut kembali melakukan uji coba nuklir pada 12 Februari silam.
Selain menebar ancaman, Korut juga sudah mengeluarkan peringatan bagi staf diplomatik dan perwakilan asing di Pyongyang, serta peringatan bagi warga asing yang berada di Korsel. Peringatan itu berisi imbauan agar warga asing meninggalkan Korsel, karena perang bisa meletus setiap saat. Sementara staf diplomatik negara-negara sing di Pyongyang, di minta untuk mempertimbangkan evakuasi.
(esn)