Korsel kembali ajak Korut duduk di meja perundingan
Jum'at, 12 April 2013 - 20:32 WIB
Korsel kembali ajak Korut duduk di meja perundingan
A
A
A
Sindonews.com – Korea Selatan (Korsel) kembali menegaskan seruan mereka pada Korea Utara (Korut) untuk bertemu di meja dialog dan memecahkan kebuntuan politik antar dua Korea itu, sekaligus meredam ketegangan di Semenanjung Korea.
"Kami secara efektif mengusulkan dialog (pada Korut). Presiden juga menyebutkan pernyataan dengan maksud yang sama, kemarin malam," kata Kim Hyung-seok, Juru Bicara Kementerian Unifikasi pada wartawan di konferensi pers, Jumat (12/4/2013).
Kim mencatat, bahwa itu bukan usulan dialog formal, karena tidak ada waktu dan tempat yang telah ditentukan dengan Korut. Namun, ia menegaskan, bahwa itu adalah usulan dialog yang efektif.
Pada Kamis (11/4/2013), Menteri Unifikasi Korsel, Ryoo Kihl-jae mengeluarkan pernyataan resmi, yang isinya menyerukan Pyongyang untuk "datang ke meja dialog" guna membahas cara-cara normalisasi operasi kawasan industri bersama Kaseong yang terletak di kawasan perbatasan kedua negara.
Pada hari yang sama, Presiden Korsel, Park Geun-hye mengatakan dalam pertemuan makan malam dengan anggota parlemen partai yang berkuasa, bahwa pemerintahnya akan mendorong dialog dengan Korsel. Hingga kini, belum ada tanggapan dari Korut soal tawaran dialog yang dilayangkan Korsel ini.
Saat ini, situasi di Semenanjung Korea memang memanas. Korut telah beberapa kali mengeluarkan ancaman terhadap Korsel dan AS, setelah negara komunis itu dijatuhi sanksi baru oleh PBB. Sanksi baru ini dijatuhkan, karena Korut kembali melakukan uji coba nuklir pada 12 Februari silam.
Selain menebar ancaman, Korut juga sudah mengeluarkan peringatan bagi staf diplomatik dan perwakilan asing di Pyongyang, serta peringatan bagi warga asing yang berada di Korsel. Peringatan itu berisi imbauan agar warga asing meninggalkan Korsel, karena perang bisa meletus setiap saat. Sementara staf diplomatik negara-negara sing di Pyongyang, di minta untuk mempertimbangkan evakuasi.
"Kami secara efektif mengusulkan dialog (pada Korut). Presiden juga menyebutkan pernyataan dengan maksud yang sama, kemarin malam," kata Kim Hyung-seok, Juru Bicara Kementerian Unifikasi pada wartawan di konferensi pers, Jumat (12/4/2013).
Kim mencatat, bahwa itu bukan usulan dialog formal, karena tidak ada waktu dan tempat yang telah ditentukan dengan Korut. Namun, ia menegaskan, bahwa itu adalah usulan dialog yang efektif.
Pada Kamis (11/4/2013), Menteri Unifikasi Korsel, Ryoo Kihl-jae mengeluarkan pernyataan resmi, yang isinya menyerukan Pyongyang untuk "datang ke meja dialog" guna membahas cara-cara normalisasi operasi kawasan industri bersama Kaseong yang terletak di kawasan perbatasan kedua negara.
Pada hari yang sama, Presiden Korsel, Park Geun-hye mengatakan dalam pertemuan makan malam dengan anggota parlemen partai yang berkuasa, bahwa pemerintahnya akan mendorong dialog dengan Korsel. Hingga kini, belum ada tanggapan dari Korut soal tawaran dialog yang dilayangkan Korsel ini.
Saat ini, situasi di Semenanjung Korea memang memanas. Korut telah beberapa kali mengeluarkan ancaman terhadap Korsel dan AS, setelah negara komunis itu dijatuhi sanksi baru oleh PBB. Sanksi baru ini dijatuhkan, karena Korut kembali melakukan uji coba nuklir pada 12 Februari silam.
Selain menebar ancaman, Korut juga sudah mengeluarkan peringatan bagi staf diplomatik dan perwakilan asing di Pyongyang, serta peringatan bagi warga asing yang berada di Korsel. Peringatan itu berisi imbauan agar warga asing meninggalkan Korsel, karena perang bisa meletus setiap saat. Sementara staf diplomatik negara-negara sing di Pyongyang, di minta untuk mempertimbangkan evakuasi.
(esn)