Menlu AS: Korut tak bisa diterima sebagai kekuatan nuklir
Jum'at, 12 April 2013 - 20:04 WIB
Menlu AS: Korut tak bisa diterima sebagai kekuatan nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry menegaskan, bahwa Korea Utara (Korut) tidak akan diterima sebagai sebuah kekuatan nuklir. Hal ini disampaikan Kerry saat bertemu dengan Menlu Korea Selatan (Korsel), Yun Byung-se, Jumat (12/4/2013).
"Kita semua bersatu dalam kenyataan, bahwa Korut tidak akan diterima sebagai kekuatan nuklir," kata Kerry dalam konferensi pers bersama dengan Byung-se. "Retorika yang kami dengar dari Korut tidak dapat diterima oleh standar apapun," lanjut Kerry, seperti dikutip dari Xinhua.
Kerry menekankan, bahwa AS sepenuhnya siap untuk membela sekutu mereka dan membela diri sendiri. Kerry tiba di Seoul pada Jumat sore dalam bagian tur Asia selama empat hari yang akan dijalaninya. Selain Korsel, Kerry juga akan mengunjungi China dan Jepang. Ini adalah lawatan pertama Kerry ke Asia, sejak ia menduduki kursi Menlu AS.
Saat ini, situasi di Semenanjung Korea memang memanas. Korut telah beberapa kali mengeluarkan ancaman terhadap Korsel dan AS, setelah negara komunis itu dijatuhi sanksi baru oleh PBB. Sanksi baru ini dijatuhkan, karena Korut kembali melakukan uji coba nuklir pada 12 Februari silam.
Selain menebar ancaman, Korut juga sudah mengeluarkan peringatan bagi staf diplomatik dan perwakilan asing di Pyongyang, serta peringatan bagi warga asing yang berada di Korsel. Peringatan itu berisi imbauan agar warga asing meninggalkan Korsel, karena perang bisa meletus setiap saat. Sementara staf diplomatik negara-negara sing di Pyongyang, di minta untuk mempertimbangkan evakuasi.
"Kita semua bersatu dalam kenyataan, bahwa Korut tidak akan diterima sebagai kekuatan nuklir," kata Kerry dalam konferensi pers bersama dengan Byung-se. "Retorika yang kami dengar dari Korut tidak dapat diterima oleh standar apapun," lanjut Kerry, seperti dikutip dari Xinhua.
Kerry menekankan, bahwa AS sepenuhnya siap untuk membela sekutu mereka dan membela diri sendiri. Kerry tiba di Seoul pada Jumat sore dalam bagian tur Asia selama empat hari yang akan dijalaninya. Selain Korsel, Kerry juga akan mengunjungi China dan Jepang. Ini adalah lawatan pertama Kerry ke Asia, sejak ia menduduki kursi Menlu AS.
Saat ini, situasi di Semenanjung Korea memang memanas. Korut telah beberapa kali mengeluarkan ancaman terhadap Korsel dan AS, setelah negara komunis itu dijatuhi sanksi baru oleh PBB. Sanksi baru ini dijatuhkan, karena Korut kembali melakukan uji coba nuklir pada 12 Februari silam.
Selain menebar ancaman, Korut juga sudah mengeluarkan peringatan bagi staf diplomatik dan perwakilan asing di Pyongyang, serta peringatan bagi warga asing yang berada di Korsel. Peringatan itu berisi imbauan agar warga asing meninggalkan Korsel, karena perang bisa meletus setiap saat. Sementara staf diplomatik negara-negara sing di Pyongyang, di minta untuk mempertimbangkan evakuasi.
(esn)