Korut umbar ancaman, Guam tingkatkan kewaspadaan
Jum'at, 12 April 2013 - 01:33 WIB
Korut umbar ancaman, Guam tingkatkan kewaspadaan
A
A
A
Sindonews.com – Guam secara resmi telah menaikkan level tingkat ancaman dan menguji sistem peringatan darurat di pulau itu, Kamis (11/4/2013). Hal ini dilakukan setelah Korea Utara (Korut) mengidentifikasi pulau itu sebagai target rudal potensial.
Menurut otoritas Guam, dengan kemungkinan uji coba rudal Korut yang bisa terjadi setiap saat, wilayah teritorial Amerika Serikat (AS) di Pasifik barat itu menetapkan simbol waspada warna kuning. Tingkat waspada di Guam terbagi dalam tiga warna, yakni hijau, kuning, dan merah, tak ubahnya lampu lalu lintas.
"Ini adalah warna yang sama yang digunakan oleh instansi pemerintah untuk menunjukkan adanya risiko level menengah untuk pulau," kata otoriras Guam dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis (11/4/2013) malam. "Pemerintah akan terus beroperasi seperti biasa, dengan beberapa instansi pemerintah yang berpartisipasi dalam kondisi siap siaga bencana,” lanjut pernyataan itu.
Selain menguji sistem peringatan bahaya, Otoritas Guam juga telah membagikan brosur soal petunjuk bagi warga pulau itu agar bisa melindungi diri jika terjadi serangan. Gubernur Eddie Calvo mengatakan, ia telah menerima jaminan dari para komandan militer AS di pulau yang berpenduduk 180 ribu jiwa itu.
Menurut Calvo, militer AS mengaku bahwa pertahanan yang ada di Guam cukup "kuat dan memadai". "Meskipun kita dilindungi, tetap penting bagi kita untuk waspada," katanya. Guam yang terletak sekitar 3.380 kilometer sebelah tenggara dari Korut, memang berada dalam jangkauan rudal Musudan milik negara komunis itu.
Menurut otoritas Guam, dengan kemungkinan uji coba rudal Korut yang bisa terjadi setiap saat, wilayah teritorial Amerika Serikat (AS) di Pasifik barat itu menetapkan simbol waspada warna kuning. Tingkat waspada di Guam terbagi dalam tiga warna, yakni hijau, kuning, dan merah, tak ubahnya lampu lalu lintas.
"Ini adalah warna yang sama yang digunakan oleh instansi pemerintah untuk menunjukkan adanya risiko level menengah untuk pulau," kata otoriras Guam dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis (11/4/2013) malam. "Pemerintah akan terus beroperasi seperti biasa, dengan beberapa instansi pemerintah yang berpartisipasi dalam kondisi siap siaga bencana,” lanjut pernyataan itu.
Selain menguji sistem peringatan bahaya, Otoritas Guam juga telah membagikan brosur soal petunjuk bagi warga pulau itu agar bisa melindungi diri jika terjadi serangan. Gubernur Eddie Calvo mengatakan, ia telah menerima jaminan dari para komandan militer AS di pulau yang berpenduduk 180 ribu jiwa itu.
Menurut Calvo, militer AS mengaku bahwa pertahanan yang ada di Guam cukup "kuat dan memadai". "Meskipun kita dilindungi, tetap penting bagi kita untuk waspada," katanya. Guam yang terletak sekitar 3.380 kilometer sebelah tenggara dari Korut, memang berada dalam jangkauan rudal Musudan milik negara komunis itu.
(esn)