Korsel ajak Korut berdialog soal zona industri Kaesong

Kamis, 11 April 2013 - 18:52 WIB
Korsel ajak Korut berdialog...
Korsel ajak Korut berdialog soal zona industri Kaesong
A A A
Sindonews.com – Korea Selatan (Korsel) mengajukan tawaran dialog dengan Korea Utara (Korut) soal masa depan zona industri Kaesong, yang selama ini dikelola oleh kedua Korea itu. Sebelumnya, Korut telah menyatakan menarik semua pekerja mereka dan kawasan itu dan menghentikan operasional zona industri Kaesong.

“Melalui dialog ini akan dibahas normalisasi kawasan industri Kaesong. Saya mengimbau Korut untuk datang ke meja perundingan,” kata Menteri Unifikasi Korsel, Ryoo Kihl-Jae kepada para wartawan, Kamis (11/4/2013).

Keputusan Korut untuk menarik 53 ribu warga mereka yang bekerja di zona industri Kaesong terkait dengan ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea. Korut yang keberatan dengan sanksi baru dari Dewan Keamanan PBB, langsung bersikap keras. Salah satunya dengan memutuskan untuk menghentikan operasional zona industri Kaesong.

“Korut akan menarik semua karyawan dari zona industri Kaesong,” ujar Kim Yang-gon, seorang pejabat senior partai yang berkuasa di Korut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Korut, KCNA, awal pekan ini.

“Pyongyang juga akan menghentikan sementara operasi di zona itu dan memeriksa masalah, apakah akan memungkinkan untuk meneruskan keberadaannya atau menutupnya," lanjut Yang-gon.

Pengumuman ini dilontarkan Korut, hanya beberapa jam setelah Menteri Keuangan Korsel, Hyun Seok- oh mengecam larangan akses bagi warga Korsel ke zona industri bersama itu. Seok-oh menyebut larangan itu sebagai hal yang konyol.

"Bagaimana situasi akan berkembang di masa depan sepenuhnya akan tergantung pada sikap penguasa Korsel," kata Yang-gon. Ia menyalahkan komentar pejabat Korsel yang dianggap telah menghina martabat Korut.

Selama ini, ada 123 perusahaan Korsel yang beroperasi di zona industri Kaesong, yang berlokasi 10 km di dalam wilayah Korut. Dilaporkan, pada 2012 zona industri Kaseong memiliki omset USD469,5 juta.
(esn)
Berita Terkait
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Utara Vs Korea Selatan
Langka, Warga Korea...
Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara
Korea Utara Hancurkan...
Korea Utara Hancurkan Lapangan Golf Milik Korea Selatan
Berita Terkini
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
39 menit yang lalu
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
2 jam yang lalu
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
3 jam yang lalu
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
5 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
6 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved