Pemberontak Suriah rebut garnisun dekat perbatasan yordania
Sabtu, 06 April 2013 - 07:00 WIB
Pemberontak Suriah rebut garnisun dekat perbatasan yordania
A
A
A
Sindonews.com – Pemberontak Suriah mengaku telah menyerbu dan merebut sebuah garnisun milik pasukan Pemerintah Suriah. Garnisun Um al-Mayathen itu terletak di dekat perbatasan Suriah-Yordania.
"Garnisun ini adalah pertahanan utama dan sekarang kita akan mengepung jalur penyeberangan perbatasan dan memotong jalur pasokan pemerintah,” kata Abu Omar, Komandan Brigade Singa Sunnah, salah satu unit tempur pemberontak Suriah kepada Reuters melalui telepon, Jumat (5/4/2013).
Letak Garnisun Um al-Mayathen yang berada di jalan raya yang menghubungkan Damaskus dan Yordania memang membuat pemberontak Suriah bisa menguasai pasokan. Namun, bukan pekerjaan mudah untuk merebut garnisun ini.
Pemberontak Suriah sampai harus melakukan pengepungan terhadap Garnisun Um al-Mayathen selama satu pekan dan terlibat dalam pertempuran sengit, sebelum akhirnya mereka bisa menguasai tempat itu. “Puluhan tewas dalam bentrokan memperebutkan Garnisun Um al-Mayathen,” lanjut Omar.
Hingga kini, perang saudara di Suriah sudah berlangsung selama hampir dua tahun. Ratusan ribu rakyat Suriah terpaksa mengungsi ke sejumlah negara tetangga, seperti Yordania, Turki, dan Libanon. Selain itu, puluhan ribu orang telah tewas akibat perang saudara ini. PBB memperkirakan, jumlah korban tewas telah menyentuh angka 70 ribu jiwa.
"Garnisun ini adalah pertahanan utama dan sekarang kita akan mengepung jalur penyeberangan perbatasan dan memotong jalur pasokan pemerintah,” kata Abu Omar, Komandan Brigade Singa Sunnah, salah satu unit tempur pemberontak Suriah kepada Reuters melalui telepon, Jumat (5/4/2013).
Letak Garnisun Um al-Mayathen yang berada di jalan raya yang menghubungkan Damaskus dan Yordania memang membuat pemberontak Suriah bisa menguasai pasokan. Namun, bukan pekerjaan mudah untuk merebut garnisun ini.
Pemberontak Suriah sampai harus melakukan pengepungan terhadap Garnisun Um al-Mayathen selama satu pekan dan terlibat dalam pertempuran sengit, sebelum akhirnya mereka bisa menguasai tempat itu. “Puluhan tewas dalam bentrokan memperebutkan Garnisun Um al-Mayathen,” lanjut Omar.
Hingga kini, perang saudara di Suriah sudah berlangsung selama hampir dua tahun. Ratusan ribu rakyat Suriah terpaksa mengungsi ke sejumlah negara tetangga, seperti Yordania, Turki, dan Libanon. Selain itu, puluhan ribu orang telah tewas akibat perang saudara ini. PBB memperkirakan, jumlah korban tewas telah menyentuh angka 70 ribu jiwa.
(esn)