Sepanjang Maret, 6.000 orang tewas di Suriah
Selasa, 02 April 2013 - 09:00 WIB
Sepanjang Maret, 6.000 orang tewas di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Maret adalah bulan paling berdarah sepanjang dua tahun berlangsungnya perang saudara di Suriah. Dilaporkan, lebih dari 6.000 orang tewas selama Maret 2013 dan sepertiga dari mereka adalah warga sipil. Demikian dilaporkan oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Senin (1/4/2013).
“Seperti pada bulan sebelumnya, sekitar sepertiga dari mereka yang tewas pada Maret 2013 adalah warga sipil. Di antara korban tewas pada Maret ini, hampir 300 nya adalah anak-anak,” sebut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Dengan tambahan jumlah ini, maka ditaksir anak-anak yang tewas akibat konflik Suriah telah menyentuh angka 4.390 jiwa.
Observatorium yang berbasis di Inggris dan memiliki jaringan sumber di Suriah telah mendata 62.554 korban tewas dalam konflik di Suriah. "Tapi kita tahu, jumlahnya jauh lebih tinggi," kata Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdelrahman kepada Reuters melalui telepon.
"Kami memperkirakan, sebenarnya ada sekitar 120 ribu korban tewas. Namun, sulit untuk mendokumentasikannya, sehingga kami menyatakan jumlah itu tidak resmi,” lanjutnya. Sementara PBB sendiri menyebut, jumlah korban tewas akibat konflik di Suriah mencapai 70 ribu orang.
Abdelrahman mengatakan, kedua belah pihak yang bertikai di Suriah telah memperkecil perkiraan jumlah korban tewas. Hal ini dilakukan untuk menjaga semangat tinggi di antara para pengikut mereka.
“Seperti pada bulan sebelumnya, sekitar sepertiga dari mereka yang tewas pada Maret 2013 adalah warga sipil. Di antara korban tewas pada Maret ini, hampir 300 nya adalah anak-anak,” sebut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Dengan tambahan jumlah ini, maka ditaksir anak-anak yang tewas akibat konflik Suriah telah menyentuh angka 4.390 jiwa.
Observatorium yang berbasis di Inggris dan memiliki jaringan sumber di Suriah telah mendata 62.554 korban tewas dalam konflik di Suriah. "Tapi kita tahu, jumlahnya jauh lebih tinggi," kata Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdelrahman kepada Reuters melalui telepon.
"Kami memperkirakan, sebenarnya ada sekitar 120 ribu korban tewas. Namun, sulit untuk mendokumentasikannya, sehingga kami menyatakan jumlah itu tidak resmi,” lanjutnya. Sementara PBB sendiri menyebut, jumlah korban tewas akibat konflik di Suriah mencapai 70 ribu orang.
Abdelrahman mengatakan, kedua belah pihak yang bertikai di Suriah telah memperkecil perkiraan jumlah korban tewas. Hal ini dilakukan untuk menjaga semangat tinggi di antara para pengikut mereka.
(esn)