Bangun kepercayaan, Israel kembalikan pajak pendapatan Palestina
Selasa, 26 Maret 2013 - 15:47 WIB
Bangun kepercayaan, Israel kembalikan pajak pendapatan Palestina
A
A
A
Sindonews.com - Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan, Israel akan melanjutkan transfer dana pajak Palestina yang ditahan sejak November tahun lalu. Keputusan tersebut datang setelah Kabinet Politik-Keamanan Israel memberikan persetujuan untuk mencabut salah satu hukuman Israel kepada Palestina, karena telah mengajukan tawaran peningkatan status ke PBB.
"Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memutuskan untuk mengizinkan transfer pendapatan fiskal kepada Otoritas Palestina," ungkap pernyataan yang dirilis oleh kantor Perdana Menteri, Senin (25/3/2013). "Menindaklanjuti keputusan tersebut, Menteri Keuangan telah diperintahkan untuk mengembalikan dana pajak Palestina," lanjut pernyataan tersebut.
Juru Bicara Netayahu mengatakan, Menteri Keuangan Yair Lapid menginstruksikan kantornya untuk melanjutkan kembali transfer dana pajak ke Pemerintah Otoritas Palestina. "Efek dari keputusan tersebut akan segera terlihat," imbuh Juru Bicara Netayahu.
Menanggapi keputusan tersebut, Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad mengatakan kepada Reuters,"Ini adalah uang Palestina yang sedang ditahan, dan sekarang dana tersebut dapat ditransfer kembali guna mengurangi dalamnya kuburan krisis keuangan kami," kata Fayyad.
Keputusan tersebut datang setelah Presiden Amerika Serikat (AS) dalam kunjungan resmi kenegaraanya pekan lalu meminta Israel membangun kepercayaan dengan Palestina. Hal ini perlu dilakukan untuk menuju gerbang perdamaian. Sebelumnya, di bawah desakan internasional karena krisis keuangan yang malanda pemerintahan di Tepi Barat, Israel hanya bersedia mentransfer pajak untuk Januari dan Februari.
"Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memutuskan untuk mengizinkan transfer pendapatan fiskal kepada Otoritas Palestina," ungkap pernyataan yang dirilis oleh kantor Perdana Menteri, Senin (25/3/2013). "Menindaklanjuti keputusan tersebut, Menteri Keuangan telah diperintahkan untuk mengembalikan dana pajak Palestina," lanjut pernyataan tersebut.
Juru Bicara Netayahu mengatakan, Menteri Keuangan Yair Lapid menginstruksikan kantornya untuk melanjutkan kembali transfer dana pajak ke Pemerintah Otoritas Palestina. "Efek dari keputusan tersebut akan segera terlihat," imbuh Juru Bicara Netayahu.
Menanggapi keputusan tersebut, Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad mengatakan kepada Reuters,"Ini adalah uang Palestina yang sedang ditahan, dan sekarang dana tersebut dapat ditransfer kembali guna mengurangi dalamnya kuburan krisis keuangan kami," kata Fayyad.
Keputusan tersebut datang setelah Presiden Amerika Serikat (AS) dalam kunjungan resmi kenegaraanya pekan lalu meminta Israel membangun kepercayaan dengan Palestina. Hal ini perlu dilakukan untuk menuju gerbang perdamaian. Sebelumnya, di bawah desakan internasional karena krisis keuangan yang malanda pemerintahan di Tepi Barat, Israel hanya bersedia mentransfer pajak untuk Januari dan Februari.
(esn)