Polisi Rusia tertipu pistol mainan

Jum'at, 15 Maret 2013 - 19:22 WIB
Polisi Rusia tertipu...
Polisi Rusia tertipu pistol mainan
A A A
Sindonews.com - Sebuah aksi penyanderaan dramatis berlangsung di Universitas Perikanan Volga- Caspian di Astrakhan, sebelah selatan Rusia, Kamis (15/3/2013). Pemerintah setempat memandang serius aksi penyenderaan ini. Unit pasukan khusus Rusia pun dikirim untuk menyelamatkan lima sandera di dalam gedung universitas.

Insiden tersebut terjadi pukul 2 siang, saat seorang pria bersenjata tiba-tiba saja memasuki salah satu ruang kelas dan mengaku membawa bom dalam sebuah kotak. Saksi di luar kelas mengatakan, beberapa saat setelah masuk dalam ruangan tersebut, pria itu membebaskan sebagian besar siswa dan menyisakan empat mahasiswa dan satu orang dosen. Kabarnya, salah satu dari sandera tersebut adalah pacar pelaku.

Berbeda dengan kebanyakan kasus penyaderaaan umumnya, pelaku penyanderan yang bernama Kupstov Aleksandr (25) tidak langsung meminta sejumlah uang untuk membebaskan para sanderanya. Aleksandr malah meminta pizza dan minuman bersoda. Setelah keinginanya terkabul, sebelum membebaskan salah satu sanderanya, ia sempat melakukan negosiasi dengan polisi anti huru hara Rusia.

"Setelah melakukan sebuah negosiasi singkat, Kupstov Aleksandr (tersangka) menuntut 50 ribu rubel atau sekitar USD1.600 untuk empat sandera wanita yang selamat," ungkap Komite Investigasi Rusia, seperti dilansir RIA Novosti.

Bersamaan dengan pembebasan seorang guru Bahasa Inggris wanita, polisi Rusia lantas menyerbu kelas tersebut dan meringkus tersangka. Dalam pengerebekan, polisi tidak menemukan adanya bom, sementara pistol yang dibawa tersangka ternyata hanya pistol mainan.

"Ternyata pistol yang dia bawa adalah palsu, sementara pistol yang disita dari seorang yang diduga kaki tanganya adalah pistol mainan," ungkap Wakil Kementerian Dalam Negeri Rusia. Guru yang dibebaskan tersangka mengaku, pelaku tidak melakukan kekerasan, dia bahkan yaris tidak berbicara.

Menurut laporan lembaga penegak hukum Rusia, ini bukan kali pertamanya Aleksandr ditangkap. Sebelumnya ia sempat ditangkap karena melakukan aksi pencurian. Kepada penyidik Aleksandr mengaku tidak punya cara lain untuk keluar dari kota ini. Jika terbukti bersalah, dia mungkin akan menghadapi hukuman penjara 15 tahun, karena telah melakukan aksi penyanderaan.
(esn)
Berita Terkait
Drakor Mouse, Kejadian...
Drakor Mouse, Kejadian Tragis Saat Pertunjukkan Sulap
Geger Mayat Hidup Lagi...
Geger Mayat Hidup Lagi setelah Ambulans yang Membawanya Hantam Lubang Jalanan
Tragis, Gadis 15 Tahun...
Tragis, Gadis 15 Tahun Tewas Setelah Jilbab Tersangkut di Gokart
Demi Beli Motor, Remaja...
Demi Beli Motor, Remaja Jual Properti Separuh Harga
Foto-Foto Misterius...
Foto-Foto Misterius dari Seluruh Dunia yang Belum Terpecahkan
Seorang Nenek Hamil...
Seorang Nenek Hamil di Usia 63 Tahun, sang Kekasih Brondong Antusias Jadi Ayah
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
2 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
3 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
4 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
5 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
6 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
7 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved