Austria & Jerman ingatkan bahaya persenjatai oposisi Suriah
Jum'at, 15 Maret 2013 - 14:53 WIB
Austria & Jerman ingatkan bahaya persenjatai oposisi Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Michael Spindelegger, Menteri Luar Negeri (Menlu) Austria memperingatkan Inggris, karena telah menyerukan negara anggota Uni Eropa (UE) untuk mempersenjatai oposisi Suriah, Kamis (14/3/2013). Spindelegger mengatakan, seruan tersebut telah melampaui perjanjian UE.
"Pendekatan Inggris untuk mempersenjatai oposisi Suriah atau melatih kelompok bersenjata di Yordania dan negara tetangga Suriah lainnya akan menjadikan Inggris sebagai pihak pelanggar pernjanjian UE," ungkap Spindelegger dalam situs Kemenlu Austria.
"Langkah untuk mengevaluasi situasi di Suriah secara menyeluruh sulit dilakukan, karena tingkat kesulitan semakin hari terus meningkat. Di samping itu, kita tidak dapat menilai, bahwa oposisi berada di posisi baik, sementara rezim pemerintah Suriah berada dalam posisi yang buruk,” imbuh Spindelegger.
Dalam konteks yang relevan, Spindelegger mengatakan, angkatan bersenjata Austria yang bekerjasama dengan PBB dalam kerangka kerjasama UN Disengagement Observer Force in Golan (UNDOF), akan membantu untuk meningkatkan stabilitas situasi keamanan di Suriah.
Menanggapi seruan Inggris terhadap negara UE untuk mempersenjatai pemberontak, Menlu Jerman Guido Westerwelle juga menyatakan rasa tak setujunya. Jerman menilai langkah tersebut akan membuat kobaran api meluas ke luar Suriah, bahkan hingga di kawasan tersebut. Jika ingin mengimpor senjata ke Suriah, maka Inggris harus mendapat dukungan Koalisi Doha dengan cara yang bertanggung jawab.
"Kita tidak seharusnya membiarkan perasaan memimpin kita. Sebuah hal yang penting, koalisi Suriah menerima dukungan lewat cara yang bertanggung jawab. UE harus terus melanjutkan diskusi atas perkembangan situasi yang terjadi di Suriah," ungkap Westerwelle dalam sebuah harian Jerman.
"Pendekatan Inggris untuk mempersenjatai oposisi Suriah atau melatih kelompok bersenjata di Yordania dan negara tetangga Suriah lainnya akan menjadikan Inggris sebagai pihak pelanggar pernjanjian UE," ungkap Spindelegger dalam situs Kemenlu Austria.
"Langkah untuk mengevaluasi situasi di Suriah secara menyeluruh sulit dilakukan, karena tingkat kesulitan semakin hari terus meningkat. Di samping itu, kita tidak dapat menilai, bahwa oposisi berada di posisi baik, sementara rezim pemerintah Suriah berada dalam posisi yang buruk,” imbuh Spindelegger.
Dalam konteks yang relevan, Spindelegger mengatakan, angkatan bersenjata Austria yang bekerjasama dengan PBB dalam kerangka kerjasama UN Disengagement Observer Force in Golan (UNDOF), akan membantu untuk meningkatkan stabilitas situasi keamanan di Suriah.
Menanggapi seruan Inggris terhadap negara UE untuk mempersenjatai pemberontak, Menlu Jerman Guido Westerwelle juga menyatakan rasa tak setujunya. Jerman menilai langkah tersebut akan membuat kobaran api meluas ke luar Suriah, bahkan hingga di kawasan tersebut. Jika ingin mengimpor senjata ke Suriah, maka Inggris harus mendapat dukungan Koalisi Doha dengan cara yang bertanggung jawab.
"Kita tidak seharusnya membiarkan perasaan memimpin kita. Sebuah hal yang penting, koalisi Suriah menerima dukungan lewat cara yang bertanggung jawab. UE harus terus melanjutkan diskusi atas perkembangan situasi yang terjadi di Suriah," ungkap Westerwelle dalam sebuah harian Jerman.
(esn)