Palestina berharap lanjutkan perundingan dengan Israel tahun ini

Kamis, 14 Maret 2013 - 21:08 WIB
Palestina berharap lanjutkan...
Palestina berharap lanjutkan perundingan dengan Israel tahun ini
A A A
Sindonews.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, dirinya berharap bisa kembali memulai perundingan damai dengan Israel pada tahun ini, meskipun tipis kemungkinan hal tersebut akan terealisasi.

Ungkapan tersebut disampaikan Abbas saat bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Mskow, Rusia, Kamis (14/3/2013). "Kami berharap pembicaraan damai secara substantif dapat dimulai tahun ini. Meskipun harapan itu tidak terlalu besar," ungkap Abbas melalui penerjemahnya, seperti dilansir Reuters.

"Pada akhirnya, kami berharapk akan mencapai solusi politik berdasarkan prinsip dua negara," imbuh Abbas.

Menanggapi harapan Pemimpin Palestina itu, pemerintah Moskow mengutarakan dukungannya. "Rusia akan melakukan berbagai hal sebisa mungkin untuk mempromosikan perdamian di kawasan tersebut," ungkap Putin.

Seperti diketahui, perundingan damai antara Palestina dan Israel macet pada 2010 silam. Palestina menarik diri dari meja perundingan, karena keberatan dengan sikap Israel yang memutuskan untuk melanjutkan pembangunan pemukinan di wilayah pendudukan. Masyarakat internasional menilai, tindakan Pemerintah Israel itu ilegal berdasarkan hukum internasional

Sebelumnya, saat menggelar petemuan dengan negara anggota Liga Arab di Doha, 9 Desember lalu, Abbas mengatakan, perundingan damai harus dimulai dari titik akhir perundingan, yakni pada era Mantan Perdana Menteri Isreal, Ehud Olmert, 2008 lalu. Selain itu, selama enam bulan perundingan, Israel juga harus menghentikan pembangunan pemukiman di wilayah E1.

Abbas menegaskan, ia tidak terima jika memulai perundingan damai dari nol, seperti yang dikehendaki oleh Perdana Menteri Isreal Benjamin Netanyahu, mereka tetap membiarkan tentara Isreal disiagakan di lembah Yordan.

Semua orang Arab menginginkan perdamaian yang nyata, gagasan perundingan tersebut merupakan satu-satunya yang dirumuskan oleh negara Arab sejak 1948. "Inisiatif ini sangat penting. Jika kita keluar dari inisiatif ini, maka tidak ada alternatif lain selain perang atau tidak ada perdamaian dan perang. Dan, kami tidak siap untuk memulai perang," jelas Abbas.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
Tak Bermoral !! Tentara...
Tak Bermoral !! Tentara Israel Menari dan Menyanyi setelah Menyerang Warga Sipil Gaza
Krisis Politik Internal...
Krisis Politik Internal Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh Luar
Menteri Israel Ben-Gvir...
Menteri Israel Ben-Gvir Bikin Kisruh, Perintahkan Penghancuran Rumah Warga Palestina saat Ramadan
Bagaimana Awal Mula...
Bagaimana Awal Mula Konflik Israel-Palestina?
Berita Terkini
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
1 jam yang lalu
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
2 jam yang lalu
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
4 jam yang lalu
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
7 jam yang lalu
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
9 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
10 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved